Cerpen  

Besok Yang Tak Pernah Datang

Kisah tragis Tego, seorang penjudi yang hidupnya berubah setelah teguran seorang anak kecil, hingga berakhir dalam kecelakaan dan penyesalan panjang. Foto: Madi/ AI

Hari-hari berlalu.

Kadang Tego berkata kepada dirinya sendiri:

“Aku harus berhenti.”

Namun ketika melihat teman-temannya berjudi, ia kembali ikut.

“Aku berhenti setelah menang sekali lagi.”

Begitulah.

Sekali lagi.

Sekali lagi.

Dan sekali lagi.

Sampai bertahun-tahun.

Tego selalu menunggu waktu yang tepat untuk berubah.

Padahal waktu yang tepat itu sebenarnya adalah hari ini.


Suatu malam, Tego memenangkan judi dalam jumlah besar.

Teman-temannya bersorak.

“Malam ini kita pesta!”

Tego tertawa.

Ia merasa kembali menjadi raja.

Malam itu ia pergi ke kafe.

Uang berhamburan.

Baca Juga :  Rivan : Jasa Raharja Catat Pertumbuhan Pendapatan 2,71 Persen di Semester I-2022

Makanan dipesan.

Minuman datang.

Tawa terdengar di mana-mana.

Ia kembali kepada kehidupan lamanya.

Untuk beberapa jam, Tego lupa bahwa ia pernah merasa malu.

Lupa kepada istrinya.

Lupa kepada anak kecil di pasar.

Lupa kepada semua nasihat.

Ketika malam semakin larut, Tego masuk ke mobilnya.

Ia menyetir pulang.

Jalanan kota Bandar terlihat sepi.

Lampu-lampu jalan memanjang di depan matanya.

Tiba-tiba pikirannya kembali kepada istrinya.

Kemudian kepada anak kecil itu.

“Om gagah kok nggak malu?”

Tego tersenyum getir.

“Mungkin anak itu benar.”

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar ingin pulang.

Baca Juga :  Terobos Lampu Merah Bisa Mengakibatkan Kecelakaan

Pulang ke Jawa.

Menemui istrinya.

Meminta maaf.

Mencari pekerjaan.

Meninggalkan judi.

Meninggalkan kehidupan yang selama ini ia jalani.

Ia bahkan sempat berkata dalam hati:

“Besok aku berubah.”

Namun takdir berkata lain.

Ketika sampai di sebuah perempatan, lampu lalu lintas sudah menyala merah.

Tego terlambat menginjak rem.

Ia mencoba membanting setir.

Namun semuanya terjadi terlalu cepat.

BRAAAKK!

Mobil menghantam tiang lampu merah.

Kaca pecah.

Besi mobil ringsek.

Tubuh Tego terhempas.

Kemudian dunia menjadi gelap.