Kecelakaan Maut di Lokasi PETI Aur Cino, Seorang Pekerja Meninggal

ILUSTRASI : Salah seorang pekerja peti di Aur Cino yakni anak box meninggal dunia terkena bucket alat berat jenis Zoomlion saat para pekerja berupaya meninggalkan lokasi. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kabar kedatangan aparat untuk melakukan razia aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Aur Cino, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, disebut berujung maut.

Seorang pekerja PETI asal Dusun Senamat Ulu dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terkena bucket alat berat jenis Zoomlion saat para pekerja berupaya meninggalkan lokasi.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, peristiwa itu bermula ketika pekerja PETI mendapat kabar bahwa aparat penegak hukum akan menuju kawasan Aur Cino untuk melakukan penertiban.

Para pekerja kemudian disebut panik dan berusaha menyelamatkan alat berat dari lokasi. Dalam situasi tersebut, lampu sorot alat berat dimatikan.

Baca Juga :  Alam Semakin Rusak, ZERO PETI Butuh Keseriusan Pemangku Kepetingan di Bungo Tercinta

Di tengah kondisi yang gelap, salah seorang pekerja diduga terkena bucket alat berat hingga mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia.

“Mereka dapat info katanya ada razia. Saat berusaha menyelamatkan alat berat, bucket alat berat mengenai salah satu pekerja dan akhirnya meninggal dunia,” ujar seorang narasumber.

Korban diketahui merupakan warga Dusun Senamat Ulu yang bekerja sebagai anak box pada alat berat Zoomlion di kawasan Aur Cino.

Baca Juga :  Yusril: Pilkada Langsung maupun Melalui DPRD Sama-sama Konstitusional

Tarmizi, Rio Senamat Ulu membenarkan adanya warga Senamat Ulu yang meninggal saat bekerja di lokasi PETI tersebut.

“Memang ada warga Senamat Ulu yang meninggal saat bekerja PETI. Almarhum bekerja sebagai anak box di alat berat Zoomlion di Aur Cino,” katanya, Sabtu (5/09/2026).

Menurut Tarmizi, persoalan tersebut kemudian diselesaikan melalui musyawarah antara keluarga korban dan perwakilan pemilik alat berat.

Musyawarah adat yang digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026, menghasilkan kesepakatan mengenai bantuan kepada keluarga korban.