Saat Prajurit Pergi, Tanjung Agung Kehilangan Riuhnya Kebersamaan

Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin Saat Memeriksa Pasukan dalam upacara Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0416/Bute di Desa Tanjung Agung. Foto : Sari

“Jangan Lupakan Kami, Prajurit. Kami Rindu Kebersamaan Itu”

Oleh: Zakaria | Bungo

Bagi warga Desa Tanjung Agung, berakhirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 bukan sekadar penanda selesainya pembangunan. Ada suasana yang berubah setelah para prajurit kembali ke kesatuannya. Kampung yang selama hampir sebulan dipenuhi aktivitas bersama mendadak terasa lebih sepi.

Selama TMMD berlangsung, prajurit Kodim 0416/Bungo Tebo tidak hanya membangun jalan, memperbaiki rumah, dan membenahi tempat ibadah. Mereka ikut masuk ke dalam keseharian warga: bekerja bersama, makan bersama, bercanda, hingga tinggal di rumah-rumah penduduk.

Baca Juga :  Pekat Semakin Menjadi-jadi, Satpol PP Bungo Tak Ada Gebrakan?

Program yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 itu meninggalkan jejak yang lebih panjang dari sekadar pembangunan fisik.

Jalan sepanjang sekitar 2,6 kilometer kini membuka akses warga. Rumah tidak layak huni direhabilitasi. Langgar diperbaiki. Tempat wudhu dan MCK dibangun. Sumur bor menghadirkan sumber air bersih. Lahan ketahanan pangan mulai digarap untuk menopang perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Jaga Lingkungan, Satgas TMMD ke-129 Kodim Bute Tanam 100 Pohon

Namun, bagi warga, bangunan-bangunan itu bukan satu-satunya warisan TMMD. Ada kebersamaan yang ikut tumbuh selama para prajurit bekerja di tengah masyarakat.

Kegiatan nonfisik pun menjadi bagian dari program. Penyuluhan bahaya narkoba bagi pelajar, pertanian, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), bela negara, serta cinta tanah air digelar untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

TMMD ke-129 Ditutup, Hasil Program selesai ditandatangani Dandim 0416/Bute dan Wabup Bungo. Foto : Sari