Saat Prajurit Pergi, Tanjung Agung Kehilangan Riuhnya Kebersamaan

Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin Saat Memeriksa Pasukan dalam upacara Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0416/Bute di Desa Tanjung Agung. Foto : Sari

Dari gotong royong lahir keakraban. Dari kebersamaan tumbuh rasa percaya.
Camat Muko-Muko Bathin VII, Septian Arifin, turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD di wilayahnya.

“Atas nama pemerintah kecamatan dan seluruh masyarakat Tanjung Agung, kami mengucapkan terima kasih kepada TNI yang telah memilih wilayah kami sebagai lokasi TMMD Ke-129. Kami berharap, jika program ini kembali dilaksanakan, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII kembali dipercaya menjadi lokasi TMMD,” katanya.

TMMD Ke-129 akhirnya usai. Para prajurit kembali ke kesatuannya untuk melanjutkan tugas.

Baca Juga :  Sambangi Rumah Sakit, Dandim, Kapolres dan Kajari Bungo Cek Ruang Isolasi

Namun, bagi warga Tanjung Agung, kepergian mereka tidak serta-merta menghapus jejak pengabdian yang ditinggalkan.

Jejak itu memang terlihat pada jalan yang kini lebih mudah dilalui, rumah yang lebih layak dihuni, tempat ibadah yang lebih nyaman, serta sumber air bersih yang bisa dimanfaatkan warga.

Tetapi ada satu hal yang tidak mudah dibangun kembali: kebersamaan.

Baca Juga :  Ini Pengakuan Istri Terduga Teroris yang Ditangkap di Bungo

Selama hampir sebulan, prajurit dan warga hidup dalam satu ruang, bekerja dalam satu tujuan, dan berbagi banyak cerita.
Kini para prajurit telah pergi. Yang tersisa adalah pembangunan yang bisa dilihat dan kenangan yang terus hidup.

Bagi warga Tanjung Agung, TMMD boleh berakhir. Namun, rasa kekeluargaan yang lahir di tengah pengabdian itu akan selalu menjadi bagian dari cerita kampung mereka. (*)