Bungo  

Di Balik Sebuah Berita, Ada Tanggung Jawab Besar Seorang Jurnalis

Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Jambi, Zakaria, S.Sos.I dalam momen sebuah pertemuan di Mapolres Bungo beberapa waktu lalu. Foto : Absah (dok sidakpost.id)

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Menjadi seorang jurnalis tidak sesederhana menulis beberapa paragraf lalu menerbitkannya. Di balik sebuah berita, terdapat proses panjang yang menuntut pengetahuan, pengalaman, keberanian, ketelitian, sekaligus tanggung jawab.

Hal itu disampaikan Zakaria, S.Sos.I., yang akrab disapa Bang Zeck. Ia merupakan jurnalis yang telah mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama dari Dewan Pers.

Menurut Zakaria, jurnalistik bukan sekadar kemampuan merangkai kata. Seorang wartawan harus memahami aturan, kode etik, serta rambu-rambu yang menjadi landasan dalam menjalankan profesinya.

Setiap informasi yang diperoleh di lapangan tidak serta-merta dapat dijadikan berita. Informasi harus ditelusuri, fakta diperiksa, sumber dikonfirmasi, dan persoalan dilihat dari berbagai sisi sebelum disajikan kepada publik.

Baca Juga :  Terdampak Program Revitalisasi Kota Bungo, Puluhan Tiang Listrik Akan Dipindah

“Menjadi jurnalis itu ada rambu-rambunya. Tidak semua yang kita dapat di lapangan bisa langsung ditulis. Ada aturan, ada etika, dan ada tanggung jawab yang harus dijaga,” kata Zakaria, Minggu (23/8/2026).

Ia mengatakan, kemampuan menulis hanyalah salah satu bagian dari pekerjaan jurnalistik. Lebih dari itu, wartawan harus mampu menggali informasi, menemukan sumber yang tepat, memahami persoalan dan menyajikan fakta secara proporsional.
Pengalaman di lapangan juga menjadi guru penting bagi seorang jurnalis.

Baca Juga :  DPRD Bungo Gelar Paripurna, Tetapkan Propemperda & Sampaikan Rancangan KUA-PPAS APBD 2026

Setiap liputan memiliki tantangan sendiri. Bertemu dengan beragam karakter, menghadapi situasi yang tidak terduga, hingga mengambil keputusan dalam waktu singkat merupakan bagian dari proses yang membentuk kematangan seorang wartawan.

Karena itu, menurut Zakaria, jurnalis tidak boleh berhenti belajar. Perkembangan teknologi mengubah cara masyarakat mendapatkan informasi. Namun, di tengah perubahan tersebut, akurasi, independensi dan profesionalisme tetap menjadi fondasi utama.