SIDAKPOST.ID, TEBO – Memasuki puncak musim kemarau, PT Alam Bukit Tiga Puluh (PT ABT) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah konsesinya di Kabupaten Tebo, Jambi.
Perusahaan yang memiliki dua blok konsesi tersebut telah menyiapkan lima Pos Siaga Karhutla yang tersebar di Desa Suo-suo, Muara Kilis, Balai Rajo dan Pemayungan, Kecamatan Sumay.
Manager PPH PT ABT, Imran, mengatakan lima pos tersebut dibagi untuk mengcover dua blok konsesi perusahaan.
Untuk Blok 1, terdapat tiga pos, yakni dua pos di Desa Suo-suo dan satu pos di Desa Muara Kilis. Sedangkan Blok 2 memiliki dua pos yang ditempatkan di Desa Pemayungan dengan cakupan pengamanan sekaligus sebagai backup untuk wilayah Desa Balai Rajo.
“Di masing-masing pos kita tempatkan enam orang petugas. Total keseluruhan ada 38 personel yang siap siaga selama 24 jam,” kata Imran saat dikonfirmasi sidakpost.id, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, kesiapan menghadapi Karhutla tidak hanya mengandalkan personel. PT ABT juga telah melengkapi setiap pos dengan sarana dan prasarana pemadaman.
Untuk Blok 1, perusahaan memiliki Pos Damkar, sementara di Blok 2 terdapat Posko Siaga Karhutla yang menjadi pusat komando penanganan dan pemantauan.
“Di Posko Karhutla kita sudah menyediakan tiga jenis pompa induk, juga beberapa mesin jinjing. Untuk mobilitas, kita siapkan dua armada pemadam, tangki suplai air dan satu unit single cabin khusus untuk patroli di lapangan,” jelasnya.
Imran menyebutkan, personel yang disiagakan juga diperkuat satu tim Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT ABT.
Sejak awal Agustus 2026, tim tersebut telah aktif melakukan patroli dan penanganan kebakaran, baik di dalam maupun sekitar wilayah konsesi perusahaan.
“Awal Agustus sudah melakukan pemadaman, baik di dalam konsesi. Setelah padam, dilanjutkan dengan pendinginan. Selain itu, kita juga sudah melakukan patroli bersama Satgas Karhutla Kabupaten Tebo,” ujarnya.
Kesiapan PT ABT dalam menghadapi Karhutla sebelumnya juga telah diverifikasi oleh Tim Satgas Karhutla Provinsi Jambi.
Pada Juni 2026, tim provinsi turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei serta mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana yang tersedia di pos maupun gudang milik PT ABT.
“Kesiapan PT ABT ini sebelumnya juga telah diverifikasi oleh Tim Satgas Karhutla Provinsi Jambi. Tim provinsi turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei serta pengecekan personel dan sarana prasarana,” katanya.
Imran menambahkan, verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan perusahaan perkebunan dan kehutanan benar-benar memiliki kesiapan dalam menghadapi ancaman Karhutla.
PT ABT, lanjutnya, akan terus meningkatkan intensitas patroli dan pemantauan di sejumlah titik rawan, terutama ketika kondisi cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Tebo.
“Kita mengajak kepada seluruh masyarakat dan pihak perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Karena selain merugikan, sanksinya juga sudah sangat jelas,” pungkasnya. (adl)









