Pedagang Bendera di Muara Bungo Keluhkan Penurunan Omzet Jelang HUT RI ke-81

Ujang Anay, pedagang atribut HUT RI asal Garut, Jawa Barat, di lapak jualan berbagai perlengkapan kemerdekaan di Kabupaten Bungo, Jumat (7/8/2026). Foto: Madi

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, penjual bendera Merah Putih dan umbul-umbul mulai memenuhi sejumlah titik di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, Kota Muara Bungo. Namun, ramainya lapak belum berbanding lurus dengan jumlah pembeli.

Memasuki 7 Agustus 2026, para pedagang mengaku penjualan belum mengalami lonjakan seperti yang diharapkan. Bahkan, omzet harian justru menurun dibandingkan akhir Juli lalu.

Salah seorang pedagang, Ujang Anay mengatakan pada akhir Juli 2026 dirinya masih mampu meraih omzet sekitar Rp5 juta per hari. Namun, memasuki pekan pertama Agustus, pendapatannya turun menjadi sekitar Rp2 juta per hari.

Baca Juga :  Program Unggulan Bupati Bungo "Prowitra" Berlanjut di Dusun Sarana Jaya

“Kami sudah mulai berjualan sejak 27 Juli. Akhir Juli memang lumayan ramai, tetapi sampai sekarang pembeli belum banyak. Mungkin karena masih awal bulan,” kata Ujang saat ditemui di lapaknya di Jalan Lintas Sumatera, Jumat (7/8/2026).

Ujang menuturkan, ia datang ke Muara Bungo bersama dua rekannya dari Garut, Jawa Barat. Seluruh bendera, umbul-umbul, dan berbagai atribut peringatan HUT RI dibawa langsung dari daerah asal mereka untuk dipasarkan di Bungo.

Baca Juga :  Hari Pramuka, Bupati Dampingi Gubernur Jambi Letak Batu Pertama Bedah Rumah

Ia berharap minat masyarakat membeli atribut kemerdekaan meningkat mendekati 17 Agustus. Sesuai rencana, ia dan rekan-rekannya akan kembali ke Garut sebelum 16 Agustus 2026.

“Semoga menjelang Hari Kemerdekaan pembeli semakin ramai sehingga hasil penjualan bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Sebelum 16 Agustus kami sudah kembali ke Garut,” ujarnya. (Sum)