SIDAKPOST.ID, SEMARANG – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan kemiskinan dan keterbelakangan menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat rentan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Hal itu disampaikan Yusril saat memberikan keynote speech dalam The 9th Legal International Conference & Studies (LICS) and Call for Papers yang digelar Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Kamis, 30 Juli 2026.
Pernyataan Yusril tersebut kembali terlihat dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube Yusril Ihza Mahendra Official, yang ditonton Sidakpost.id pada 18 Agustus 2026.
Dalam forum tersebut, Yusril mengatakan TPPO merupakan persoalan serius yang tidak hanya terjadi antarnegara, tetapi juga di dalam negeri.
Menurutnya, para korban kerap direkrut melalui tawaran pekerjaan. Namun setelah menerima tawaran tersebut, mereka justru dibawa ke tempat lain dan mengalami berbagai bentuk eksploitasi.
Eksploitasi itu, kata Yusril, dapat berupa tidak dibayarnya upah sebagaimana mestinya, kerja paksa hingga perdagangan untuk kepentingan seksual komersial.
“Seringkali orang dieksploitasi, diiming-imingi dengan suatu pekerjaan, dibawa ke negara lain atau ke tempat lain, kemudian dieksploitasi, tidak mendapatkan gaji sebagaimana mestinya,” ujar Yusril.
Kemiskinan Dimanfaatkan Pelaku
Yusril menilai kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan oleh pelaku TPPO.
Kesulitan memperoleh pekerjaan membuat sebagian masyarakat mudah tergiur dengan janji pekerjaan dan penghasilan yang ditawarkan. Padahal, tawaran tersebut dapat menjadi perangkap yang membawa mereka masuk ke dalam jaringan perdagangan orang.
Menurut Yusril, persoalan TPPO tidak dapat diselesaikan hanya dengan penindakan terhadap pelaku. Upaya pencegahan juga harus menyentuh akar persoalan, termasuk kemiskinan dan keterbelakangan.
“Saya menyadari bahwa akar permasalahannya adalah kemiskinan dan keterbelakangan dari rakyat kita sendiri yang kita tentu sangat sedih dan prihatin,” katanya.









