Omzet Besar Belum Tentu Untung, Ini Cara Sederhana Menghitung Laba Usaha

Ilustrasi pelaku usaha menghitung omzet, biaya operasional, dan laba usaha. Foto: Madi/ Generate by AI

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Besarnya omzet sering menjadi salah satu ukuran yang membuat sebuah usaha terlihat sukses. Namun, omzet yang tinggi tidak otomatis menunjukkan bahwa bisnis tersebut menghasilkan keuntungan besar.

Omzet merupakan seluruh nilai penjualan yang diperoleh usaha dalam periode tertentu. Sementara laba adalah hasil yang tersisa setelah pendapatan dikurangi berbagai biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha.

Karena itu, pelaku usaha perlu membedakan antara omzet dan laba agar tidak keliru dalam membaca kondisi keuangan bisnis.

Omzet Bukan Berarti Keuntungan

Sebagai contoh, sebuah toko mencatat penjualan sebesar Rp20 juta dalam satu bulan. Angka tersebut merupakan omzet, bukan keuntungan bersih.

Baca Juga :  H-9 Jelang Idul Fitri, Jasa Travel di Kota Muara Bungo Masih Sepi

Jika untuk mendapatkan penjualan tersebut dibutuhkan modal pembelian barang Rp13 juta, biaya sewa Rp2 juta, listrik dan internet Rp500 ribu, ongkos pengiriman Rp500 ribu, serta biaya lainnya Rp1 juta, maka jumlah pengeluaran mencapai Rp17 juta.

Dengan demikian, laba usaha sebelum memperhitungkan komponen lain adalah:

Omzet Rp20 juta – total biaya Rp17 juta = laba Rp3 juta.

Contoh sederhana tersebut menunjukkan bahwa bisnis dengan omzet puluhan juta rupiah belum tentu memiliki keuntungan yang sama besar.

Baca Juga :  Selama Ramadan, Pemko Gelar Operasi Pasar Murah

Cara Sederhana Menghitung Laba

Rumus paling sederhana yang dapat digunakan adalah:

Laba = Total Pendapatan – Total Biaya

Total pendapatan dapat berasal dari penjualan barang atau jasa. Sedangkan biaya mencakup pengeluaran yang berkaitan dengan kegiatan usaha.

Beberapa biaya yang perlu dicatat antara lain pembelian bahan baku atau stok, gaji karyawan, sewa tempat, listrik, internet, transportasi, biaya pemasaran, kemasan, biaya pengiriman dan pengeluaran operasional lainnya.

Semakin lengkap pencatatan biaya, semakin mudah pemilik usaha mengetahui kondisi keuangan sebenarnya.