Tantangan dan Harapan Kabupaten Bungo 2022

Ketiga, pengembangan kewirausahaan; penguatan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi; pengembangan Badan Usaha Milik Desa sebagai motor penggerak perekonomian Kabupaten Bungo. Langkah ini diharapkan akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, mengembangkan kehidupan sosial budaya dan ekonomi desa, meningkatkan kemandirian, ketahanan dan ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan. Syarat yang harus dipenuhi adalah fasilitasi pengembangan ekonomi desa melalui perluasan akses permodalan, teknologi dan pasar; serta fasilitasi peningkatan kapasitas dan pendampingan.

Berbagai program dan kegiatan OPD/Dinas yang bersentuhan langsung dengan kewirausahaan, UMKM dan BUMDes perlu direncanakan dan dilaksanakan secara terpadu sehingga membawa dampak nyata bagi masyarakat.

Keempat, penataan wilayah dan penguatan konektivitas yang mencakup penataan ruang dan pertanahan yang terpadu; penataan lingkungan perumahan dan permukiman yang bersih, sehat, nyaman dan aman; penataan dan penyediaan infrastruktur perkotaan dan perdesaan; penataan dan pengembangan pusat-pusat kegiatan ekonomi, seni dan budaya, kuliner dan olah raga; penataan manajemen wilayah berbasis pengetahuan dan teknologi informasi; serta penataan hubungan desa-kota dan perdesaan-perkotaan yang terintegrasi.

Baca Juga :  MTQ Tingkat Kecamatan Pasar Muara Bungo Resmi Ditutup
Baca Juga :  Konflik PT DAS Akhirnya Menemukan Titik Terang, Anwar Sadat : Harap Pihak PT Dapat Menyelesaikan Kewajibannya

Keberadaan bandar udara dan jalur Trans Sumatera yang melewati Kabupaten Bungo harus dioptimalkan dengan membangun kawasan ekonomi terpadu yang menarik minat bagi wisatawan untuk tinggal dan berbelanja lebih lama di Bungo.

Dengan langkah ini, peran Kabupaten Bungo sebagai pusat transportasi, pusat bisnis, pusat pendidikan dan pusat kesehatan akan menjadi semakin kuat dan penting.