Kedua, pengembangan dan penguatan keunggulan dan daya saing daerah dengan mengoptimalkan keunggulan komparatif, kompetitif dan kolaboratif. Keunggulan komparatif berbasis sumber daya lokal dan kondisi geografis Kabupaten Bungo yang menjadi perlintasan Trans Sumatera dan memiliki Bandar Udara.
Keunggulan kompetifif berbasis efisiensi pengelolaan sumber daya, dan inovasi dalam pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi daerah yang dilakukan oleh seluruh dinas/OPD, kecamatan dan Pemerintah Desa.
Keunggulan kolaboratif berbasis kerjasama dan kemitraan yang berkeadilan dan berkelanjutan terutama dalam investasi khususnya pertambangan dan perkebunan, serta perdagangan antardaerah.
Salah satu syarat dalam memenuhi harapan untuk membangun keunggulan daerah adalah reorientasi pola kerja dinas/OPD yang selama ini lebih menekankan pada urusan masing-masing dan bersifat parsial menjadi pola kerja berbasis spasial dan terpadu untuk bersama-sama memajukan desa/kelurahan dan kecamatan.
Dengan kata lain harus ada perubahan pendekatan pembangunan sektoral menjadi pendekatan regional atau kewilayahan. Pendekatan ini menekankan pengembangan keunggulan setiap desa/kelurahan, kecamatan dan daerah.
Oleh sebab itu, rancangan RPJMD Kabupaten Bungo 2021-2026 harus memberikan arahan yang jelas dan tegas tentang pembangunan desa/kelurahan dan kecamatan berbasis unggulan, serta inovasi yang harus dilakukan oleh setiap OPD/Dinas yang selanjutnya diterjemahkan ke dalam Renstra Dinas/OPD.
Percepatan pembangunan desa/kelurahan dan kecamatan sekaligus diharapkan dapat mendukung penguatan rantai nilai (value chain) mulai dari produksi, pengolahan, logistik dan pemasaran; pencapaaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals); perluasan kesempatan kerja, peningkatan nilai tambah dan pendapatan masyarakat; serta pengurangan kemiskinan di desa/kelurahan.









