Bank Sampah Hidayah Bungo Ubah Sampah Menjadi Tabungan Emas

Bank Sampah Hidayah Bungo melayani penukaran sampah anorganik dengan barang bermanfaat dalam program pemilahan sampah dan Tabungan Emas, di area Car Free Day depan Rumah Dinas Bupati Bungo. Program ini mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah sekaligus mengubahnya menjadi nilai ekonomi. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Sampah tak selalu berakhir di tempat pembuangan. Di Bank Sampah Induk (BSI) Hidayah Bungo, sampah anorganik justru diolah menjadi nilai ekonomi, bahkan bisa dikonversi menjadi tabungan emas.

Lembaga yang berdiri sejak 2019 itu mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dipisahkan dari anorganik sebelum disetorkan kepada pengelola.

Ketua BSI Hidayah Bungo, Linda Wati, S.Sos mengatakan setiap sampah yang disetorkan akan ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan nasabah. Saat ini, sekitar 100 nasabah tercatat aktif.

Baca Juga :  Yayasan Sosial Peduli Bungo, Bantu Biaya Berobat Selly

Dari jumlah tersebut, 35 nasabah mengikuti program Tabungan Emas yang dijalankan BSI Hidayah Bungo melalui kerja sama dengan Pegadaian. Nilai sampah yang dikumpulkan kemudian dikonversi menjadi saldo emas.

“Pengelola juga menetapkan standar sebelum sampah diterima. Sampah harus sudah dipilah dan dibersihkan dari rumah agar kualitas serta nilai jualnya tetap terjaga,” kata Linda kepada sidakpost.id, Kamis (27/8/2026) sore.

Jenis sampah yang diterima cukup beragam, mulai dari buku cetak, buku tulis, koran, kardus, kertas HVS, botol plastik, kaleng hingga sejumlah barang anorganik lain yang masih memiliki nilai daur ulang.
Gerakan itu tidak berhenti pada nasabah perorangan.

Baca Juga :  Asisten III Bupati Bungo Hadiri Pamit Tim BPK RI

BSI Hidayah juga membina sejumlah Bank Sampah Unit (BSU) di Kabupaten Bungo, antara lain BSU Berkah 19 di Sumber Harapan, BSU Purwobakti, BSU SMAN 1 Bungo, BSU SMAN 12 Bungo, BSU Srikandi DWP DLH dan BSU Bungo Baru di Kelurahan Cadika.

Menurut Linda, jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, kelurahan dan instansi.