SIDAKPOST.ID, JAMBI – Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris atau Hesti Haris, mendorong para pengrajin kriya terus berinovasi tanpa kehilangan identitas budaya daerah.
Pesan itu disampaikan Hesti dalam peringatan HUT ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bertema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Pengrajin Mendunia” di Ev Garden, Paal Merah, Kota Jambi, Kamis, 27 Agustus 2026.
Hesti mengatakan Dekranasda tidak hanya bertugas mempromosikan produk kriya, tetapi juga memperkuat pembinaan dan pendampingan pengrajin. Peningkatan kualitas, inovasi, promosi hingga perluasan akses pasar menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Menurut dia, kriya dan wastra Jambi memiliki nilai lebih dari sekadar produk ekonomi. Kain, batik dan tenun merupakan bagian dari identitas budaya yang perlu dirawat sekaligus dikembangkan mengikuti perubahan zaman.
“Setiap event kami selalu berupaya menonjolkan wastra, kain-kain yang merupakan produksi anak negeri. Karena selembar kain bukan hanya sebagai karya seni, tetapi juga bisa menjadi identitas suatu perkumpulan masyarakat, bahkan menjadi identitas suatu bangsa,” ujar Hesti.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong pengembangan batik dengan motif dan warna kontemporer. Pelatihan tersebut dinilai penting agar pengrajin mampu mengikuti selera konsumen yang terus berubah.
“Kalau konsumen selalu ingin sesuatu yang baru, kita juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar, tanpa meninggalkan identitas kita,” katanya.
Bagi Hesti, inovasi tidak berarti menghapus karakter daerah. Motif klasik Jambi tetap perlu dipertahankan sehingga produk baru tetap memiliki ciri yang membedakannya dari daerah lain.









