HUT ke-46 Dekranas, Hesti Haris Dorong Kriya Jambi Go International

Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris) bersama Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani dan jajaran pemangku kepentingan berfoto bersama dalam peringatan HUT ke-46 Dekranas di Ev Garden, Paal Merah, Kota Jambi, Kamis (27/8/2026). Foto : Aisyah

Hesti juga mengajak organisasi perempuan, istri pejabat, instansi vertikal, pelaku usaha dan masyarakat ikut mempromosikan produk kriya Jambi, termasuk melalui media sosial.

Semakin banyak produk lokal digunakan dan diperkenalkan, semakin besar pula peluang kriya Jambi menembus pasar di luar daerah, bahkan pasar nasional dan internasional.

Melalui momentum HUT ke-46 Dekranas, Hesti berharap tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Pengrajin Mendunia” tidak berhenti sebagai slogan. Menurut dia, tema tersebut harus diterjemahkan menjadi gerakan bersama untuk membangun ekosistem kriya yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Pekerja PETI Alat Berat Lari ke Semak-semak, Polisi Amankan 1 Unit Eksavator

“Dekranasda Provinsi Jambi akan terus mendorong pengrajin agar mampu menghasilkan karya yang inovatif, berkualitas, memiliki karakter khas daerah, memiliki nilai ekonomi tinggi, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani mengapresiasi peran Dekranas dan Dekranasda dalam membina pengrajin sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.

Abdullah Sani mengatakan pengembangan sektor kerajinan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat dan pencipta lapangan kerja. Karena itu, pemerintah membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat sektor tersebut.

Baca Juga :  Wabup Bungo Hadiri Launching Dapur Sehat atasi Stunting di Pelepat Ilir

“Dekranas merupakan salah satu mitra pemerintah dalam upaya meningkatkan kemajuan ekonomi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan kerajinan,” ujar Abdullah Sani.

Menurut dia, pengembangan kriya membutuhkan sinergi pemerintah, Dekranasda, dunia usaha, perbankan, akademisi, komunitas, pelaku UMKM dan pengrajin. Kolaborasi diperlukan agar program yang dijalankan memberikan dampak jangka panjang.