Harga Ayam Potong Tembus Rp50 Ribu per Kilogram, Pedagang Pecel Lele Menjerit

Ilustrasi Pedagang pecel lele menghadapi kenaikan harga ayam potong yang mencapai Rp50.000 per kilogram. Foto: Amir

SIDAKPOST.ID, BATANGHARI – Harga ayam potong kembali mengalami kenaikan dan kini menyentuh Rp50.000 per kilogram. Kondisi tersebut mulai dirasakan langsung para pelaku usaha kuliner, termasuk pedagang pecel lele dan ayam goreng.

Salah satunya Anton, penjual Pecel Lele Tenda Nurul Hidayah yang beralamat di Jalan Poros SP 2, Desa Tidar Kuranji, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari.

Ia mengaku, kenaikan harga ayam hingga Rp50.000 per kilogram cukup memberatkan pedagang. Kondisi tersebut membuat dirinya harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keuntungan.

Baca Juga :  Tiga Kapolsek Urai Kemacetan Lalin, Jalan Muara Tembesi - Sarolangun

“Harga ayam sekarang sampai Rp50.000 per kilo. Kami sebagai pedagang tentu menjerit. Kalau harga jual dinaikkan, takut pelanggan keberatan. Tapi kalau harga tetap, keuntungan semakin tipis,” ujar Anton.

Menurutnya, ayam merupakan salah satu bahan baku utama dalam usaha yang dijalankannya. Selain ayam, pedagang juga harus menanggung biaya beras, minyak goreng, cabai, bumbu, gas hingga kebutuhan operasional lainnya.

Baca Juga :  Ridho Korban Tenggelam di Sungai Batanghari Ditemukan Tak Bernyawa 

“Meski demikian, saya memilih untuk tetap mempertahankan kualitas makanan dan pelayanan kepada pelanggan,” katanya.

Anton berharap harga ayam potong dapat kembali normal sehingga pedagang kecil tetap bisa mencari rezeki, sementara masyarakat juga dapat menikmati makanan dengan harga yang terjangkau.

“Kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kecil. Kami harus menjaga keseimbangan antara harga jual, keuntungan dan daya beli masyarakat,” pungkasnya. (asa)