Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka, Ekspor Kopi Tembus Pasar Kanada hingga Amerika

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, ME, di tengah kegiatan Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026. Foto: Aisyah

SIDAKPOST.ID, KERINCI – Festival Pesta Rakyat Petani Kopi Kerinci 2026 resmi dibuka di Lapangan Desa Batang Sangir, Kabupaten Kerinci, Jumat (11/9/2026).

Festival yang dibuka Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, ME, mewakili Gubernur Jambi Al Haris, tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan pasar kopi Kerinci hingga ke mancanegara.

Dalam rangkaian kegiatan, sebanyak 7 ton kopi Kerinci dilepas untuk ekspor ke Kanada dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar. Kopi Kerinci juga diekspor ke Malaysia kepada dua buyer dengan volume 7 ton dan nilai sekitar Rp1,2 miliar.

Sementara itu, perluasan pasar ke Amerika Serikat ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Alko dan Royal Coffee. Kerja sama tersebut mencakup rencana ekspor kopi Kerinci pada Oktober dan November 2026, masing-masing sebanyak satu kontainer, dengan total nilai kerja sama sekitar Rp6,5 miliar.

Pengembangan kopi Kerinci juga mendapat dukungan dari sisi pembiayaan. Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menyalurkan bantuan untuk memperkuat usaha agroforestri kopi bagi Kelompok Tani Hutan dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial.

Baca Juga :  Pedagang Antusias, Mendaftar di Pasar Beduk Rimbo Bujang

Pada tahap pertama, bantuan akan disalurkan di Kerinci dan Bengkulu kepada 100 petani binaan dengan nilai hingga Rp1,5 miliar. Tahap kedua ditargetkan menyasar 800 petani, sedangkan tahap ketiga sebanyak 2.500 petani binaan ALKO.

Secara keseluruhan, program tersebut ditargetkan mencapai penyaluran sebesar Rp37,5 miliar hingga 2027.

Ariansyah mengatakan Kabupaten Kerinci memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi. Menurutnya, potensi tersebut perlu diikuti dengan pembangunan ekosistem kopi yang kuat dan terintegrasi, sehingga peningkatan produksi berjalan seiring dengan peningkatan nilai tambah dan akses pasar.

“Pengembangan kopi Kerinci ke depan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Kita perlu membangun ekosistem yang lebih utuh, mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas, pascapanen, standardisasi mutu pengolahan, pengemasan, sertifikasi, branding, promosi, hingga perluasan akses pasar di dalam dan luar negeri,” ujar Ariansyah.

Baca Juga :  Harga Cabe Merah dan Rawit Merangkak Naik, di Pasar Sarinah Rimbo Bujang

Ia berharap festival tersebut dapat menjadi ruang pertemuan antara petani, pemerintah, koperasi, pelaku usaha, industri pengolahan, lembaga pembiayaan dan mitra pasar. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk membuka peluang investasi sekaligus memperkuat posisi kopi Kerinci di pasar nasional dan internasional.

Selain memperluas pasar, Ariansyah menilai pengembangan komoditas kopi harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Festival tersebut diharapkan turut mendorong pertumbuhan UMKM, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan generasi muda serta pengembangan pariwisata berbasis pertanian dan budaya.

“Festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi kopi, tetapi juga harus menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi lokal, penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan pariwisata berbasis pertanian dan budaya,” pungkasnya. (Ais)