SIDAKPOST.ID, TEBO – Kualitas udara di Kabupaten Tebo mulai menunjukkan penurunan. Pada Rabu pagi, 26 Agustus 2026, indikator pemantauan kualitas udara berada di zona kuning dan mulai mengarah ke zona merah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-HUB) Kabupaten Tebo, Drs. Eriyanto mengatakan kondisi tersebut terpantau dari stasiun pemantau kualitas udara milik pemerintah daerah sekitar pukul 09.00 WIB.
“Sekitar pukul 09.00 pagi tadi kita sudah bisa mengakses stasiun kita sendiri yang berada di rumah dinas. Posisi PM 0,5-nya berada di zona kuning menuju zona merah,” kata Eriyanto saat dikonfirmasi sidakpost.id, Rabu (26/8/2026).
Namun, Eriyanto meminta masyarakat tidak buru-buru menjadikan angka tersebut sebagai gambaran final kualitas udara Tebo. Sebab, tingkat akurasi data saat itu baru mencapai sekitar 72 persen.
Menurut dia, data baru dapat dijadikan rujukan setelah tingkat akurasinya mencapai sedikitnya 75 persen. Karena itu, sistem pemantauan saat ini sedang menjalani proses reset setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Sekarang kita tidak bisa mengaksesnya karena sedang di-reset. Kita sudah konfirmasi ke kementerian. Data yang tadi akurasinya baru 72 persen, sedangkan yang bisa dijadikan rujukan itu 75 persen,” ujarnya.
Eriyanto menjelaskan, proses reset diperlukan agar data yang belum memenuhi standar akurasi tidak ikut terakumulasi dengan data baru. Dengan begitu, angka yang nantinya mencapai standar 75 persen dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi udara.
“Data yang 72 persen itu tidak di-reset. Nanti ketika sudah 75 persen, data sebelumnya yang tidak memenuhi standar bisa ikut masuk dalam akumulasi. Makanya di-reset dulu,” katanya.









