Warga Diminta Waspada di tengah kondisi udara yang mulai memburuk, DLH-HUB Tebo berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengambil langkah pengamanan. Edukasi kepada masyarakat ditingkatkan, termasuk imbauan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Memang masyarakat banyak yang ingin tahu kondisi udara kita hari ini. Kita juga sudah menyampaikan kepada pihak terkait untuk mengambil langkah pengamanan sementara, termasuk pemberian masker dan edukasi kepada masyarakat,” ujar Eriyanto.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas udara di Tebo tidak selalu dapat dikaitkan dengan satu titik kebakaran atau pembakaran lahan di wilayah setempat.
Menurut Eriyanto, kabut asap dapat dipengaruhi oleh kiriman asap dari wilayah lain yang memiliki kontribusi lebih besar terhadap penurunan kualitas udara.
“Secara teori, kita harus melihat kontribusi dari wilayah kabupaten atau kota yang memang menyumbang volume asap lebih tinggi. Jadi gambaran kualitas udara tidak bisa hanya dilihat dari satu titik kecil,” tuturnya.
Ia mengatakan, titik pembakaran yang relatif kecil dan sudah ditangani satuan tugas belum tentu menjadi penyebab utama memburuknya kualitas udara di seluruh Kabupaten Tebo.
DLH-HUB kini masih menunggu sistem pemantauan kembali normal dan tingkat akurasi mencapai 75 persen. Setelah memenuhi standar tersebut, data diharapkan dapat menjadi rujukan yang lebih kuat untuk menggambarkan kondisi kualitas udara Tebo.
“Sekarang masih 72 persen. Kita tunggu sampai akurasinya mencapai 75 persen, baru nanti bisa menjadi rujukan,” kata Eriyanto. (adl)









