Satbinmas Polres Tebo Bongkar Bahaya Bullying dan Narkoba di Hadapan Santri

Satbinmas Polres Tebo saat sosialisasi dan edukasi kepada para santri terkait masalah Bullying dan Narkoba, di Ponpes Darul Hafiz Al-Mansuriyah. Foto : Lalu

SIDAKPOST.ID, TEBO – Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Tebo mengingatkan para santri Pondok Pesantren Darul Hafiz Al-Mansuriyah tentang bahaya perundungan atau bullying dan penyalahgunaan narkoba.

Sosialisasi yang dipimpin Kasat Binmas Polres Tebo IPTU Tatang itu digelar di Pondok Pesantren Darul Hafiz Al-Mansuriyah, Rabu (26/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, AIPTU Oka Mahendra sebagai pemateri menjelaskan dampak bullying terhadap korban, baik secara fisik maupun psikologis. Para santri juga diingatkan agar tidak melakukan perundungan terhadap sesama.

Selain itu, mereka diminta berani melapor jika menemukan tindakan bullying di lingkungan sekolah maupun pesantren.

Baca Juga :  Ratusan Warga Desa Pulung Rejo Antusias Ikut Vaksinasi

Materi kemudian berlanjut pada bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Para santriwan dan santriwati diminta menjauhi narkotika serta tidak mudah terpengaruh lingkungan atau ajakan yang dapat merusak masa depan.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hafiz Al-Mansuriyah, Ustadz Khairul Azhar mengatakan pihaknya menyambut baik sosialisasi yang digelar Satbinmas Polres Tebo.

“Edukasi mengenai bahaya bullying dan narkoba sangat penting bagi para santri sebagai generasi penerus bangsa. Sinergi antara kepolisian dengan lembaga pendidikan diperlukan untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, serta bebas dari bullying dan penyalahgunaan narkoba,” kata Khairul Azhar.

Baca Juga :  ‪Kerukunan Beragama, Umat Kristiani Jaga Keamanan Saat Muslim Shalat Tarawih

Menurut dia, kegiatan berlangsung edukatif dan interaktif. Para santri mengikuti materi dengan antusias dan mendapat kesempatan bertanya serta berdiskusi mengenai persoalan bullying dan bahaya narkoba.

Ia berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai pemahaman, tetapi juga mendorong para santri menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman.