3. Pilih Daging dengan Kondisi yang Baik
Saat membeli daging, perhatikan warna, tekstur, aroma, serta kondisi tempat penyimpanannya. Daging segar seharusnya tidak mengeluarkan bau menyimpang dan tidak memiliki permukaan yang berlendir secara tidak wajar.
Pastikan daging ditempatkan pada kondisi penyimpanan yang sesuai. Untuk bahan pangan yang mudah rusak seperti daging, pengendalian suhu dan waktu selama penyimpanan maupun pengangkutan merupakan bagian penting dari keamanan pangan.
Jika membeli daging kemasan, periksa kondisi kemasan dan informasi yang tertera sebelum memasukkannya ke keranjang belanja.
4. Cermat Memilih Ikan dan Seafood
Ikan dan seafood merupakan bahan yang mudah mengalami penurunan kualitas sehingga perlu diperiksa dengan lebih teliti.
Untuk ikan utuh, perhatikan mata yang masih tampak jernih, insang yang terlihat segar, serta tekstur daging yang masih kenyal. Hindari ikan yang memiliki bau menyengat atau kondisi fisik yang terlihat sudah menurun.
Udang, cumi-cumi, dan seafood lainnya juga sebaiknya dipilih dalam kondisi yang masih baik dan disimpan pada suhu yang sesuai.
5. Periksa Telur Sebelum Membeli
Telur menjadi salah satu bahan makanan yang mudah digunakan untuk berbagai menu sehari-hari. Ketika membeli telur, pilih yang cangkangnya utuh dan bersih serta tidak retak.
Hindari telur dengan cangkang yang pecah karena kerusakan tersebut dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Setelah dibeli, simpan telur dengan cara yang sesuai agar kualitasnya tetap terjaga.
6. Jangan Abaikan Aroma Bahan Makanan
Indra penciuman dapat membantu mengenali bahan yang kualitasnya sudah menurun. Bahan segar umumnya memiliki aroma khas sesuai jenisnya, sedangkan bahan yang mulai rusak dapat memiliki bau asam, busuk, atau aroma lain yang tidak semestinya.
Jika ragu terhadap suatu bahan karena aromanya sudah menyimpang, sebaiknya pilih bahan lain yang kondisinya lebih baik.
Pedoman keamanan pangan juga menyarankan memilih pangan yang segar dan bersih serta menghindari pangan dengan bau yang menyimpang.









