SIDAKPOST.ID, BUNGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kesbangpol Kabupaten Bungo melaporkan lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) serta luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang periode Agustus hingga September 2026.
Kepala BPBD dan Kesbangpol Kabupaten Bungo, Zainadi, mengatakan, bahwa sebaran titik panas tersebut terjadi di sejumlah Kecamatan. Berdasarkan data terkini, total akumulasi hotspot di Bungo telah mencapai 236 titik.
“Data ini merujuk pada rilis resmi dari BMKG Provinsi Jambi,” ujar Zainadi saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Zainadi menjelaskan, sepanjang bulan Agustus 2026, jumlah hotspot yang terdeteksi mencapai 115 titik. Sementara itu, bulan September, mencapai 25 titik panas baru.
Lebih lanjut, total luasan lahan yang mengalami kebakaran hingga bulan September ini menyentuh angka 17 hektare.
“Jika sebelumnya luasan lahan terbakar berada di angka 14 hektare, dan beberapa hari ini saja sudah mendekati 17 hektare. Kebakaran ini terjadi secara merata di sejumlah wilayah,” jelas Zainadi.
Zainadi menambahkan, Tim Satgas Karhutla Kabupaten Bungo masih dalam status siaga penuh dan terus standby di posko penanggulangan utama.
Ia mengakui bahwa para petugas menghadapi hambatan minimnya jangkauan selang air saat padamkan api.
“Ada sedikit kendala teknis di lapangan. Petugas kesulitan karena panjang selang air tidak mampu menjangkau titik api yang berada jauh di dalam lahan. Akibatnya, pemadaman terpaksa dilakukan secara manual dengan alat seadanya,” ungkapnya.
Terkahir, Zainadi mengimbau keras agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar demi mencegah dampak polusi kabut asap yang lebih luas.









