Debit Sungai Batang Bungo Menyusut, Warga Mangun Jayo Mulai Kesulitan Air

Kondisi aliran sungai di Desa Mangun Jayo debit airnya terus menyusut akibat kemarau panjang. Sejumlah bagian sungai mulai mengering. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kemarau panjang mulai mengubah wajah Sungai Batang Bungo di Desa Mangun Jayo. Debit air terus menyusut hingga sejumlah bagian sungai mulai dangkal dan memperlihatkan pasir serta bebatuan di tengah aliran.

Kondisi itu tidak hanya mengancam aliran sungai, tetapi juga berdampak pada ketersediaan air bersih warga. Sejumlah sumur yang selama ini menjadi sumber air utama mulai mengering.

Warga Desa Mangun Jayo, Fitri mengatakan kemarau yang berlangsung cukup lama membuat debit air di sejumlah sumber terus menurun. Warga pun mulai mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Bupati Bungo Letakkan Batu Pertama Tugu TMMD Ke-129

“Sekarang banyak warga memanfaatkan air Sungai Batang Bungo, tetapi hanya untuk mandi. Kalau untuk konsumsi tidak digunakan karena air sungai tidak sehat.
Jadi, saat kekeringan seperti ini memang kami kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Fitri, Sabtu (5/09/2026).

Menurut Fitri, kondisi sungai yang semakin dangkal membuat warga semakin khawatir. Sebab, selain sumur mengering, sumber air alternatif yang selama ini digunakan warga juga mulai kehilangan debit.

Baca Juga :  Sumur Mengering, Jasa Pembuatan Sumur Bor Banjir Order

Kekhawatiran serupa disampaikan Ayup, warga setempat. Ia mengatakan jika kemarau terus berlanjut tanpa hujan, kebutuhan air bersih warga berpotensi semakin sulit dipenuhi.

“Kalau kondisi ini terus berlangsung, kami khawatir terjadi krisis air bersih. Sebelumnya masih bisa mengandalkan sumur, tetapi sekarang banyak yang sudah kering,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan Sungai Batang Bungo menyusut cukup signifikan. Di beberapa titik, aliran air terlihat semakin kecil, sementara pasir dan bebatuan mulai muncul di bagian tengah sungai. (Sri)