Opini  

Tekanan Fiskal dan Masa Depan Transformasi Ekonomi Sungai Penuh–Kerinci

Yulfi Alfikri Noer S.IP., M. AP Akademisi UIN STS Jambi. Foto : sidakpost.id/ist

Dalam LKPj Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kota Sungai Penuh mencatat sejumlah indikator pembangunan yang relatif positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,39 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 78,89, sedangkan tingkat kemiskinan berada pada angka 3,23 persen dan menjadi salah satu yang terendah di Provinsi Jambi.

Secara statistik, data tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah masih memiliki kapasitas bergerak di tengah tekanan ekonomi nasional. Namun angka statistik tidak boleh dibaca secara administratif semata. Sebab pertanyaan yang jauh lebih penting adalah apakah pertumbuhan tersebut telah menghasilkan transformasi ekonomi yang benar-benar berkelanjutan.

Karena pertumbuhan ekonomi yang sehat tidak hanya diukur dari besarnya angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi juga dari kualitas lapangan kerja, produktivitas masyarakat, pemerataan ekonomi, serta kemampuan daerah menciptakan nilai tambah ekonomi lokal. Dalam konteks itulah pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama pembangunan kawasan.

Baca Juga :  Insan Hukum Berikan Edukasi Benar Kepada Publik, Tunggu Inkracht Van Gewijsde

SDM dan Tata Kelola sebagai Fondasi Transformasi

Transformasi Sungai Penuh sebagai pusat pertumbuhan kawasan tidak mungkin berlangsung tanpa kualitas sumber daya manusia yang kuat. Karena itu, pembangunan daerah harus diarahkan pada penguatan pendidikan, pelatihan keterampilan kerja, digitalisasi UMKM, kewirausahaan pemuda, serta peningkatan literasi teknologi masyarakat.

Baca Juga :  Opini : Gubernur Jambi Al Haris dan Dumisake

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa IPM Indonesia tahun 2025 mencapai 75,90 atau meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 75,02. Peningkatan tersebut ditopang oleh membaiknya kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.