Opini  

Tekanan Fiskal dan Masa Depan Transformasi Ekonomi Sungai Penuh–Kerinci

Yulfi Alfikri Noer S.IP., M. AP Akademisi UIN STS Jambi. Foto : sidakpost.id/ist

Pada saat yang sama, efisiensi birokrasi juga menjadi kebutuhan mendesak. Belanja administratif yang tidak produktif harus mulai dikurangi agar ruang fiskal dapat difokuskan pada sektor yang memiliki dampak ekonomi dan sosial langsung bagi masyarakat.

Pada akhirnya, masa depan Sungai Penuh dan Kerinci tidak akan ditentukan semata oleh besarnya transfer anggaran atau banyaknya proyek pembangunan yang dapat dipertontonkan setiap tahun. Yang jauh lebih menentukan adalah kemampuan daerah membangun fondasi transformasi ekonomi yang nyata, sumber daya manusia yang unggul, tata kelola yang efektif, infrastruktur yang produktif, serta ekonomi bernilai tambah yang mampu bertahan dalam tekanan zaman.

Sebab sejarah pembangunan menunjukkan bahwa daerah tidak pernah benar-benar maju hanya karena besarnya belanja pemerintah. Daerah menjadi kuat ketika mampu mengubah potensi lokal menjadi produktivitas, mengubah komoditas menjadi nilai tambah, serta mengubah pembangunan dari sekadar rutinitas administratif menjadi arah transformasi ekonomi yang berkelanjutan. Jika tidak, maka pertumbuhan hanya akan menjadi angka yang bergerak di atas laporan statistik, sementara struktur ekonomi daerah tetap rapuh di bawahnya. (Ais)