SIDAKPOST.ID, BUNGO – Gotong royong masih menjadi salah satu kekuatan sosial yang penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Meski pola hidup terus berubah akibat perkembangan teknologi dan kesibukan masyarakat, budaya saling membantu tetap memiliki peran dalam membangun hubungan sosial yang kuat.
Badan Pusat Statistik (BPS) melalui publikasi Statistik Modal Sosial 2021 menjelaskan bahwa modal sosial merupakan salah satu modal pembangunan yang dapat menggerakkan kebersamaan, rasa saling percaya, mobilitas ide serta tindakan bersama untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam konteks kehidupan sehari-hari, modal sosial dapat terlihat melalui berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kerja bakti, kegiatan bersama, kepedulian terhadap tetangga hingga aksi solidaritas ketika ada warga yang mengalami kesulitan.
Fenomena Sosial di Tengah Perubahan Zaman
Perkembangan kehidupan modern membuat interaksi masyarakat mengalami perubahan. Kesibukan pekerjaan, aktivitas keluarga dan penggunaan teknologi digital membuat komunikasi antarwarga tidak selalu berlangsung secara langsung.
Namun, perubahan tersebut tidak berarti kepedulian sosial harus ikut berkurang.
BPS memasukkan partisipasi dalam kegiatan sosial bersama sebagai salah satu bentuk modal sosial. Kegiatan seperti membangun fasilitas umum, kerja bakti dan siskamling merupakan contoh aktivitas bersama untuk kepentingan masyarakat.
Artinya, kehidupan sosial tetap membutuhkan ruang bagi masyarakat untuk bertemu, bekerja sama dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
Gotong Royong Bisa Meringankan Beban
Gotong royong tidak selalu berbentuk kegiatan besar. Membantu tetangga yang sedang sakit, memberikan bantuan kepada warga yang tertimpa musibah, membersihkan lingkungan bersama atau membantu keluarga yang sedang mengalami kesulitan juga merupakan bentuk kepedulian sosial.
Kajian yang diterbitkan dalam jurnal Sosio Informa Kementerian Sosial menyebut gotong royong sebagai nilai budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai mekanisme untuk mengatasi berbagai persoalan di tingkat lokal.
Kajian tersebut juga mengaitkan gotong royong sebagai modal sosial dalam penanganan kemiskinan, termasuk dalam pelaksanaan program rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan masyarakat tidak hanya berasal dari bantuan pemerintah atau lembaga tertentu. Partisipasi warga juga dapat menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan sosial.









