Sosial  

Bijak Bermedia Sosial di Tahun 2026: 7 Cara Menghindari Konflik, Hoaks, dan Penipuan Online

Ilustrasi bijak bermedia sosial dengan memeriksa informasi, mewaspadai hoaks, penipuan, dan konten palsu sebelum membagikannya. Foto: Madi/ AI

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Berbagai informasi, berita, hiburan hingga peluang usaha dapat ditemukan hanya dalam hitungan detik. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko, mulai dari penyebaran hoaks, konflik antarpengguna, hingga penipuan online.

Pada 2026, masyarakat semakin dituntut untuk memiliki kemampuan memilah informasi. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mengingatkan pentingnya literasi digital dan kemampuan memverifikasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Agar tetap aman dan nyaman menggunakan media sosial, berikut tujuh cara yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  PGRI Rimbo Ilir Serahkan Rp 15 Juta Donasi Bencana Banjir Sumatera dan Aceh

1. Jangan Langsung Percaya Informasi yang Viral

Informasi yang banyak dibagikan belum tentu benar. Popularitas sebuah unggahan bukan jaminan bahwa informasi tersebut telah terverifikasi.

Sebelum membagikan informasi, periksa sumber berita, tanggal publikasi, lokasi kejadian dan media yang pertama kali menyampaikan informasi tersebut.

Konten lama juga sering muncul kembali seolah-olah merupakan kejadian terbaru. Komdigi mengingatkan masyarakat agar mencermati konteks waktu dan sumber foto maupun video yang beredar.

Baca Juga :  Bahaya Sifat Iri: Ketika Melihat Orang Lain Maju Membuat Hati Gelisah

2. Periksa Sumber Sebelum Membagikan

Biasakan melakukan pengecekan sederhana sebelum menekan tombol share.

Jika informasi berkaitan dengan pemerintah, bantuan sosial, pekerjaan, perbankan atau program tertentu, cari informasi melalui situs atau akun resmi lembaga terkait.

Misalnya, pada 2026 masih ditemukan tautan palsu yang mengatasnamakan program bantuan pemerintah dan meminta masyarakat memasukkan data pribadi.