Sosial  

Bijak Bermedia Sosial di Tahun 2026: 7 Cara Menghindari Konflik, Hoaks, dan Penipuan Online

Ilustrasi bijak bermedia sosial dengan memeriksa informasi, mewaspadai hoaks, penipuan, dan konten palsu sebelum membagikannya. Foto: Madi/ AI

3. Jangan Mudah Terpancing Judul Provokatif

Judul yang menggunakan kata-kata seperti “heboh”, “wajib tahu”, “sebarkan sekarang” atau “jangan sampai terlambat” sering dibuat untuk menarik perhatian.

Jangan langsung memberikan komentar atau membagikan unggahan ketika sedang marah, kecewa atau tersinggung. Beri waktu untuk membaca informasi secara utuh dan memahami konteksnya.

Sikap tenang dapat membantu mencegah konflik yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

4. Waspadai Akun dan Tautan yang Mencurigakan

Penipuan online dapat dilakukan melalui media sosial dengan berbagai modus. Pelaku bisa menawarkan hadiah, pekerjaan, investasi, bantuan sosial atau keuntungan besar dengan syarat tertentu.

Baca Juga :  Bijak Menggunakan Media Sosial: Tips Membangun Hubungan Sosial yang Sehat dan Positif

Jangan sembarangan mengklik tautan dan jangan memberikan data pribadi, PIN, kata sandi, kode OTP maupun informasi perbankan kepada pihak yang tidak dapat dipercaya.

OJK dan Komdigi pada 2026 juga memperkuat upaya pemberantasan scam serta mendorong terciptanya ekosistem keuangan digital yang lebih aman.

5. Waspadai Video dan Suara Buatan AI

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan membuat video, foto dan suara palsu semakin sulit dibedakan dari konten asli.

Karena itu, jangan menjadikan sebuah video sebagai satu-satunya dasar untuk mempercayai suatu informasi. Cari pemberitaan dari sumber terpercaya dan periksa apakah lembaga atau orang yang disebut dalam konten tersebut benar-benar pernah menyampaikan pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Mengapa Pendidikan Penting dalam Era Digital?

Komdigi mengingatkan bahwa teknologi deepfake menjadi salah satu tantangan baru dalam menghadapi disinformasi di ruang digital.

6. Jaga Etika Saat Berkomentar

Media sosial bukan tempat untuk melampiaskan emosi tanpa batas. Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, tetapi penyampaiannya tetap harus dilakukan dengan bahasa yang sopan.

Hindari penghinaan, fitnah, ancaman, penyebaran data pribadi orang lain dan komentar yang sengaja memancing keributan.

Berpikir sebelum mengetik adalah kebiasaan sederhana yang dapat membantu menciptakan ruang digital yang lebih sehat.