Perisai Rezeki, Nasrullah Ungkap Dosa Bisa Menjadi Penghalang Rezeki

Tangkapan layar Ustaz Nasrullah saat menyampaikan materi “Perisai Rezeki” melalui kanal YouTube Nasrullah Magnet Rezeki. Foto: Madi

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Rezeki merupakan bagian dari ketentuan Allah SWT yang diberikan kepada setiap manusia. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang merasa rezekinya terbatas, penghasilan tidak bertambah, utang sulit dilunasi hingga berbagai persoalan kehidupan terus datang.

Hal tersebut dibahas Nasrullah dalam tayangan YouTube Nasrullah Magnet Rezeki yang disaksikan pada Selasa (18/8/2026). Dalam materi bertajuk “Perisai Rezeki”, ia menjelaskan tentang hal-hal yang disebutnya dapat menjadi penghalang seseorang dalam menerima rezeki Allah SWT.

Nasrullah mengawali pembahasannya dengan menjelaskan bahwa setiap manusia pada dasarnya selalu mendapatkan rezeki dari Allah SWT. Salah satu contoh yang paling sederhana, menurutnya, adalah nikmat bernapas.

“Bisakah Anda menahan napas selama 5 jam saja? Tidak akan pernah sanggup. Itulah salah satu contoh dari rezeki Allah subhanahu wa taala,” kata Nasrullah dalam tayangan tersebut.

Ia kemudian mengibaratkan rezeki seperti air bah yang turun dari atas. Ketika air datang, semua orang yang berada di bawah akan terkena air tersebut, kecuali mereka yang membuat benteng, bendungan atau perisai.

Baca Juga :  Rezeki Tidak Selalu Uang, Ini Pandangan Islam

Menurutnya, perisai tersebut merupakan sesuatu yang membuat seseorang terhalang dari rezeki yang seharusnya diterimanya.

“Allahnya mau kasih rezeki, tapi kitanya yang membangun perisai itu. Nah, maka kalau kita sudah memahami tentang konsep ini, untuk mendapatkan air bagaimana? Sederhana, buka saja bendungannya,” ujarnya.

Nasrullah menyebut, dalam konsep yang ia sampaikan, perisai yang menghalangi rezeki tersebut adalah dosa-dosa manusia. Ia mengaitkan banyaknya dosa dengan kondisi seseorang yang merasa kehidupannya mengalami keterbatasan.

“Perisai itu bernama dosa-dosa. Ya, tidak ada yang lain. Kalau seandainya kita sekarang ini berada dalam kesulitan hidup, kita berada dalam keterbatasan rezeki, bukan karena Allah tak mau kasih rezeki, tapi karena ada dosa-dosa yang menghalangi diri kita dengan rezeki Allah subhanahu wa taala,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan semakin tebal dosa seseorang, maka semakin jauh dirinya dari rezeki Allah SWT. Sebaliknya, ia mengajak umat untuk mengurangi dosa dan memperbanyak istighfar sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam tayangan itu, Nasrullah juga mengutip Al-Qur’an Surat Nuh ayat 10-14 yang menjelaskan tentang perintah memohon ampun kepada Allah SWT.

Baca Juga :  Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Nahdliyin Kini Menanti Arah Baru

Ia menyampaikan bahwa istighfar menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam kehidupan seorang Muslim, sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut bahwa Allah SWT adalah Maha Pengampun.

Nasrullah kemudian mengutip lanjutan Surat Nuh yang menyebutkan janji Allah berupa turunnya hujan yang lebat serta pemberian harta dan anak-anak.

“Sesungguhnya Allah Maha Pengampun. Kalau Allah sudah ampuni, maka sederhana. Allah subhanahu wa taala janjikan, akan Allah turunkan kepadamu hujan dengan lebat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pembahasan mengenai “perisai rezeki” tersebut bukan sekadar persoalan bekerja dan berusaha, tetapi juga bagaimana seseorang melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar dan berusaha membuka penghalang yang ada dalam dirinya.

Nasrullah berharap materi tersebut dapat menjadi bahan renungan bagi masyarakat agar tidak hanya mengejar rezeki secara lahiriah, tetapi juga memperhatikan hubungan spiritual dengan Allah SWT.

“Perisai inilah yang harus kita betul-betul perhatikan agar kita mendapatkan rezeki Allah subhanahu wa taala,” pungkasnya. (Sum)