Al Haris Dorong Manajemen Talenta ASN, Bupati dan Wali Kota Diminta Segera Terapkan

Gubernur Jambi Al Haris saat menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Manajemen Talenta ASN di Kabupaten Bungo. Foto: Aisyah

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Gubernur Jambi Al Haris menyambut baik penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya memetakan pegawai berdasarkan kinerja dan potensi.

Menurut Al Haris, sistem tersebut penting untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan secara objektif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui manajemen talenta, pemerintah dapat mengetahui kompetensi ASN yang selama ini belum sepenuhnya terpetakan.

“Sistem ini memang penting untuk kita semua, sebab semua ini sudah diatur. Saya melihat ASN kita memiliki kompetensi luar biasa, tapi kita tidak tahu. Dengan sistem ini lewat tes asesment tergambar semua dan lebih mudah untuk kita memilih,” kata Al Haris saat menghadiri Rapat Koordinasi Manajemen Talenta ASN di Hotel Amaris, Kabupaten Bungo, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga :  Usai Penggal Kepala Suami, Istri Buang ke Sungai

Ia menegaskan, penerapan manajemen talenta tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jambi, tetapi juga perlu didorong hingga tingkat kabupaten dan kota.

Karena itu, Al Haris mengimbau para bupati dan wali kota untuk mulai menerapkan sistem manajemen talenta ASN di daerah masing-masing.

“Saya menghimbau kepada Bupati Wali Kota untuk memulai sistem ini karena baik untuk kinerja aparatur kita dan mensinergikan program di daerah masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., menekankan pentingnya transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Menurut Zudan, digitalisasi harus mampu mendorong seluruh layanan pemerintahan menjadi lebih cepat, mudah, dan terintegrasi.

Baca Juga :  Gubernur Jambi Al Haris Dorong Perbaikan Gedung Baru RSUD Raden Mattaher

“Saya mengikuti pertemuan dengan Menpan se-Asia Tenggara bulan Agustus lalu, yang kita bahas transformasi digital. Jadi, semua layanan selesai dalam bentuk digital,” kata Zudan.

Ia juga mendorong para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus melahirkan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Zudan menilai, pelayanan publik harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, bahkan sebelum masyarakat menyampaikan permintaan. Karena itu, inovasi menjadi salah satu tanggung jawab penting setiap kepala OPD.

“Inovasi ini yang harus dilakukan oleh kepala OPD agar memberikan pelayanan kepada masyarakat sebelum masyarakat meminta. Tugas kepala OPD itu berinovasi,” tegas Kepala BKN. (Ais)