SIDAKPOST.ID, JAMBI — Sebanyak 146 siswa kelas X SMAN Titian Teras Provinsi Jambi mengikuti pemetaan kondisi kesehatan mental menggunakan instrumen Ruhiology Quotient Index (RQI-15) dan WHO-5 Well-being Index pada 25 September 2026.
Pemetaan tersebut dipimpin Founder Ruhiologi, Prof. Iskandar, S.Ag., M.Pd., M.S.I., M.H., Ph.D. atau Prof. Ruhi. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai kondisi kesadaran batin dan kesejahteraan emosional siswa.
Berdasarkan laporan eksekutif Ruhiology Institute, rata-rata skor RQI-15 peserta tercatat 55,3 dari 100. Sementara itu, hasil pengukuran menggunakan WHO-5 menunjukkan 111 peserta atau sekitar 76 persen berada dalam kategori “Sehat Emosional”.
Adapun 35 peserta atau sekitar 24 persen masuk kategori “Perlu Skrining”. Kategori tersebut merupakan hasil pemetaan awal dan tidak dengan sendirinya menunjukkan diagnosis gangguan kesehatan mental.
Variasi skor yang ditemukan dalam pemetaan menunjukkan adanya perbedaan kondisi kesejahteraan emosional dan kesadaran batin di antara peserta. Karena itu, hasil asesmen perlu ditindaklanjuti dengan pendampingan atau pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang memiliki kompetensi, terutama bagi siswa yang memerlukan perhatian khusus.
Sebagai salah satu rekomendasi pendampingan, Prof. Iskandar memperkenalkan pendekatan “Journal Healing with Salat”. Metode tersebut memadukan kegiatan refleksi melalui journaling dengan pelaksanaan salat sebagai bagian dari pendekatan spiritual yang ditujukan untuk membantu siswa mengenali dan mengelola kondisi emosionalnya.
“Angka 24 persen yang mengalami kelesuan batin adalah panggilan bagi kita. Melalui asesmen berbasis RQI-15 dan WHO-5 ini, kita membaca peta jiwa mereka secara objektif, untuk kemudian didampingi melalui pendekatan ‘Journal Healing with Salat’ agar kembali tangguh dan kuat secara spiritual,” kata Prof. Iskandar.









