Di Balik Prestasi Akademik, 35 Siswa SMAN Titian Teras Perlu Skrining

Suasana pemetaan kondisi kesehatan mental siswa kelas X SMAN Titian Teras Provinsi Jambi menggunakan instrumen RQI-15 dan WHO-5 Well-being Index. Foto: Absah

Ia mengatakan hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah dalam memperkuat pendampingan siswa, terutama dalam aspek kesejahteraan emosional dan pengembangan karakter.

Langkah tersebut juga menempatkan kesehatan mental sebagai salah satu bagian dari proses pendidikan, di samping pencapaian akademik. Pendampingan tetap perlu dilakukan secara proporsional dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing siswa serta melibatkan tenaga profesional apabila diperlukan.

Menurut Prof. Iskandar, hasil pemetaan tersebut bukan untuk memberi label kepada siswa, melainkan menjadi dasar untuk memahami kebutuhan mereka.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Siapkan DD Khusus untuk Penanganan Kemiskinan dan Inflasi
Baca Juga :  LT II Kwaran Bathin II Babeko Resmi Dibuka, MI Latansa Siap Jadi yang Terbaik

“Yang paling penting bukan sekadar angka hasil asesmen, tetapi bagaimana sekolah bersama orang tua dan tenaga pendamping dapat memastikan setiap anak mendapat ruang untuk didengar, didampingi, dan berkembang secara sehat,” ujarnya. (abs)