SIDAKPOST.ID, JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada Mei 2026 mencapai US$194,72 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan 5,27 persen dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar US$205,55 juta. Data itu disampaikan BPS Provinsi Jambi dalam rilis resmi perkembangan ekspor dan impor yang dipublikasikan pada 1 Juli 2026.
Secara kumulatif, nilai ekspor Jambi selama periode Januari-Mei 2026 mencapai US$831,15 juta, turun 5,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$878,52 juta.
Berdasarkan kelompok komoditas, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total ekspor Jambi dengan kontribusi 50,12 persen. Nilai ekspor sektor ini secara kumulatif mencapai US$416,55 juta, meningkat 9,22 persen dibandingkan Januari-Mei 2025 yang sebesar US$377,32 juta.
Sementara itu, ekspor dari sektor pertambangan tercatat sebesar US$375,07 juta atau menyumbang 45,13 persen dari total ekspor. Namun secara tahunan nilainya turun 15,72 persen dibandingkan periode Januari-Mei 2025 yang mencapai US$445,04 juta. Di sisi lain, sektor pertanian menyumbang 4,76 persen dengan nilai ekspor US$39,53 juta, turun 29,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$56,17 juta.
Penurunan ekspor pada Mei 2026 menunjukkan perlambatan dibandingkan lonjakan yang terjadi pada April lalu. Meski demikian, sektor industri pengolahan tetap menjadi motor utama perdagangan luar negeri Jambi dan mampu mencatat pertumbuhan positif di tengah melemahnya ekspor dari sektor pertambangan dan pertanian.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan penurunan nilai ekspor bulanan merupakan bagian dari dinamika perdagangan internasional yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari permintaan pasar global hingga pergerakan harga komoditas.
“Pada Mei 2026 nilai ekspor asal Provinsi Jambi tercatat sebesar US$194,72 juta. Angka ini turun 5,27 persen dibandingkan April 2026. Meski mengalami penurunan secara bulanan, aktivitas ekspor Jambi masih menunjukkan peran penting sebagai penggerak perekonomian daerah,” ujarnya, dikutip dari Mediajambi.com. (Sum)








