Kasus ISPA di Tebo Tercatat 19.768 hingga 2 September, Ini Imbauan Kadinkes di Tengah Kabut Asap

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo dr. Riana Elisabeth, MKM, SpKKLP. Foto: Lalu

SIDAKPOST.ID, TEBO — Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo mencatat sebanyak 19.768 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang 2026 hingga 2 September. Angka tersebut merupakan akumulasi kasus yang dilaporkan dari 20 wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Tebo.

Berdasarkan Laporan Harian Kasus ISPA Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo Tahun 2026, jumlah kasus hingga minggu ke-34 tercatat sebanyak 19.301 kasus.

Setelah periode tersebut, laporan harian masih menunjukkan adanya penambahan kasus. Pada 30 Agustus 2026 tercatat 132 kasus, kemudian 109 kasus pada 31 Agustus.

Selanjutnya, pada 1 September tercatat 226 kasus dan pada 2 September sebanyak 165 kasus.

Dengan tambahan 632 kasus selama empat hari, yakni 30 Agustus hingga 2 September, total akumulasi kasus ISPA yang tercatat Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo mencapai 19.768 kasus.

Angka tersebut merupakan jumlah kumulatif kasus ISPA sepanjang 2026 hingga 2 September, bukan seluruhnya merupakan kasus yang terjadi akibat kabut asap dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Terseret Arus Sungai, Pelajar di Tebo Ditemukan Tak Bernyawa

Dari penambahan kasus selama empat hari tersebut, jumlah tertinggi terjadi pada 1 September 2026, yakni mencapai 226 kasus dalam satu hari.

Berdasarkan akumulasi laporan dari 20 wilayah kerja puskesmas, Puskesmas Pulau Temiang mencatat jumlah kasus tertinggi sebanyak 2.482 kasus.

Kemudian Puskesmas Tuo Pasir Mayang sebanyak 2.416 kasus dan Puskesmas Rimbo Bujang IX sebanyak 2.287 kasus.

Selanjutnya, Puskesmas Rimbo Bujang II mencatat 1.694 kasus, Puskesmas Mengupeh 1.447 kasus, Puskesmas Sumber Sari 1.402 kasus, serta Puskesmas Alai Ilir sebanyak 904 kasus.

Di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, dr. Riana Elisabeth, MKM, SpKKLP, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan akibat buruknya kualitas udara.

Menurutnya, paparan asap dan partikulat di udara dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Baca Juga :  Aipda Buntoro : Pelajar Harus Hindari Narkoba, Bulying dan Pelopor Lalin

“Masyarakat kami imbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara sedang buruk dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah,” kata Riana.

Ia juga meminta masyarakat memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan. Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, demam maupun kondisi kesehatan yang memburuk diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo mengimbau masyarakat memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memperburuk dampak buruk kualitas udara.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap gangguan kesehatan, khususnya ISPA, selama kondisi kabut asap masih terjadi,” ujar Riana. (adl)