Bungo  

Kabut Asap di Bungo Kian Memburuk, ISPU Tembus 163

Hasil Terbaru Pemantauan Kualitas Udara oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo. Foto : DLH Bungo

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kualitas udara di Kabupaten Bungo memburuk. Kabut asap yang menyelimuti wilayah itu membuat angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melonjak hingga 163 dan masuk kategori Tidak Sehat.

Angka tersebut merupakan hasil pemantauan kualitas udara selama 24 jam pada 27–28 Agustus 2026 yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan pencemaran dibanding sehari sebelumnya.

Pada Rabu, 26 Agustus 2026, hasil pemantauan melalui alat pengukur Particulate Matter 10 (PM10) mencatat ISPU Bungo berada di angka 127. Dengan demikian, angka terbaru menunjukkan kualitas udara semakin memburuk.

Baca Juga :  Karhutla di Manggis, Warga dan Petugas Sigap Padamkan Api

Plt Kepala DLH Kabupaten Bungo, Dasmardi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul memburuknya kualitas udara. Imbauan terutama ditujukan kepada kelompok rentan yang lebih berisiko terdampak pencemaran udara.

Menurut Dasmardi, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat. Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.

“Hasil ini diharapkan dapat diketahui seluruh masyarakat. Khususnya kelompok rentan, kami imbau mengurangi aktivitas di luar rumah dan memakai masker saat beraktivitas di luar,” ujar Dasmardi.

Baca Juga :  Jelang Pelantikan DPD JOIN Bungo Dibanjiri Papan Bunga Ucapan

DLH Kabupaten Bungo memastikan pemantauan kualitas udara terus dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi dari waktu ke waktu. Data hasil pemantauan menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah kewaspadaan masyarakat.

Di tengah kabut asap yang belum mereda, masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi udara. Kewaspadaan, terutama dengan membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan pencemaran udara.