Sosial  

Ketimpangan Sosial di Indonesia: Penyebab, Contoh Kasus, dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi ketimpangan sosial di Indonesia. Foto: Madi/ AI

3. Ketimpangan Kesempatan Kerja

Lapangan pekerjaan formal lebih banyak tersedia di kota besar. Sementara itu, masyarakat di daerah pedesaan masih bergantung pada sektor pertanian atau pekerjaan informal dengan pendapatan yang relatif rendah.

4. Perbedaan Kepemilikan Aset

Sebagian kecil masyarakat memiliki aset berupa tanah, properti, maupun modal usaha dalam jumlah besar. Sebaliknya, sebagian masyarakat lainnya hanya mengandalkan pendapatan harian sehingga sulit meningkatkan taraf hidup.

5. Kemajuan Teknologi yang Tidak Merata

Perkembangan teknologi memberikan banyak peluang ekonomi. Namun, masyarakat yang belum memiliki akses internet, perangkat digital, atau keterampilan teknologi akan semakin tertinggal.

Baca Juga :  Negara Hadir, Kemensos Pulangkan Lansia Terlantar dari Taiwan dan Beri Penanganan Terpadu

Contoh Kasus Ketimpangan Sosial di Indonesia

Kesenjangan Wilayah

Perbedaan kualitas infrastruktur antara daerah perkotaan dan pedesaan masih terlihat jelas. Di beberapa wilayah terpencil, akses jalan, listrik, internet, dan layanan kesehatan belum sebaik di kota besar.

Ketimpangan Pendidikan

Sekolah di daerah perkotaan umumnya memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan sekolah di daerah terpencil. Hal ini memengaruhi kualitas pembelajaran dan peluang siswa untuk melanjutkan pendidikan.

Baca Juga :  Peduli Sosial "JARI" Galang Dana Untuk Abigel

Ketimpangan Pendapatan

Perbedaan pendapatan antara kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi dan rendah masih cukup besar. Kondisi ini memengaruhi daya beli, kualitas hidup, dan kesempatan memperoleh layanan yang lebih baik.

Akses Pelayanan Kesehatan

Rumah sakit dengan fasilitas lengkap umumnya berada di kota besar, sedangkan masyarakat di daerah terpencil sering kali harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.