Sosial  

Ketimpangan Sosial di Indonesia: Penyebab, Contoh Kasus, dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi ketimpangan sosial di Indonesia. Foto: Madi/ AI

Ketimpangan sosial merupakan salah satu tantangan yang masih dihadapi Indonesia hingga saat ini. Perbedaan dalam akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan, pendapatan, dan pembangunan menyebabkan sebagian masyarakat memiliki kesempatan hidup yang jauh lebih baik dibandingkan kelompok lainnya. Apabila tidak ditangani dengan baik, ketimpangan sosial dapat memicu kemiskinan, konflik sosial, hingga menghambat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pengertian Ketimpangan Sosial

Ketimpangan sosial adalah kondisi ketika terdapat perbedaan atau kesenjangan yang mencolok dalam memperoleh sumber daya, kesempatan, hak, maupun kesejahteraan di dalam masyarakat. Ketimpangan tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga meliputi akses terhadap pendidikan, kesehatan, teknologi, dan layanan publik.

Di Indonesia, tingkat ketimpangan sering diukur menggunakan Gini Ratio. Semakin mendekati angka 1, semakin tinggi tingkat ketimpangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Gini Ratio Indonesia pada September 2025 berada di angka 0,363, yang menunjukkan ketimpangan masih ada meskipun mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga :  Mister Tebo Ikut Berperan Kenalkan Potensi Kabupaten Dikacah Nasional

Penyebab Ketimpangan Sosial di Indonesia

1. Pembangunan yang Belum Merata

Pembangunan ekonomi dan infrastruktur masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, terutama Pulau Jawa dan kota-kota besar. Akibatnya, masyarakat di daerah terpencil memiliki akses yang lebih terbatas terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang kerja.

Baca Juga :  Danramil : Lestarikan Kesenian Daerah, Untuk Khasanah Kebudayaan Nasional

2. Perbedaan Tingkat Pendidikan

Pendidikan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Masyarakat yang memiliki pendidikan tinggi cenderung memperoleh pekerjaan dengan pendapatan lebih baik dibandingkan mereka yang memiliki akses pendidikan terbatas.