SIDAKPOST.ID, BUNGO – Penanganan kasus pengeroyokan terhadap tiga pemuda di Simpang Lorong Utama, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo, kini menjadi sorotan tajam publik.
Hingga beberapa waktu pasca kejadian, aparat penegak hukum (APH) dari Polres Bungo dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan dalam pengungkapan pelaku.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (25/3/2026) dini hari itu masih menyisakan tanda tanya besar.
Identitas para pelaku yang melakukan penyerangan secara brutal belum juga terungkap, memicu kekhawatiran masyarakat terhadap efektivitas penegakan hukum di wilayah Hukum Polres Bungo.
Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Provinsi Jambi, Zakaria, angkat bicara. Ia menegaskan, lambannya penanganan kasus ini berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap aparat, khususnya Polres Bungo.
“Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa. Jika tidak segera diungkap, kepercayaan masyarakat bisa runtuh. Ini ujian nyata bagi Polres Bungo,” tegas Bung Zeck pemilik media siber sidakpost.id
Menurutnya, aksi kekerasan yang terjadi secara tiba-tiba di ruang publik seharusnya menjadi prioritas utama untuk diusut tuntas.
Apalagi, lokasi kejadian berada di kawasan yang relatif ramai dan berpotensi memiliki saksi maupun rekaman pendukung.
Zakaria juga menekankan pentingnya transparansi dari pihak kepolisian. Ia meminta agar proses penyelidikan dibuka secara proporsional kepada publik guna menghindari spekulasi liar.
“Publik berhak tahu sejauh mana prosesnya. Apa kendalanya? Ini penting agar tidak muncul asumsi negatif,” ujarnya.
Ia turut mengingatkan, lambannya pengungkapan kasus berisiko memberi celah bagi pelaku untuk melarikan diri lebih jauh atau bahkan mengulangi aksi serupa.







