SIDAKPOST.ID, JAKARTA – Penguatan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) di kawasan Asia Tenggara memasuki babak baru. Pemerintah bersama mitra regional resmi meluncurkan ASEAN–SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) 2026–2030 sebagai strategi bersama meningkatkan kualitas dan akses pendidikan anak usia dini.
Dilansir dari siaran pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, peta jalan ini merupakan hasil kolaborasi antara ASEAN dan SEAMEO, serta melibatkan berbagai mitra pembangunan lintas sektor.
Dokumen strategis ini tidak hanya menjadi acuan kebijakan, tetapi juga panduan implementatif yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara, dengan tetap mengacu pada prioritas bersama di tingkat regional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peta jalan ini merupakan bentuk komitmen kolektif negara-negara Asia Tenggara dalam memperkuat layanan PAUD secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Peta jalan ini bukan sekadar dokumen, melainkan ajakan untuk bertindak bersama dalam memperkuat kebijakan, memperdalam kemitraan, serta memobilisasi sumber daya. Investasi pada anak usia dini adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan setiap anak di kawasan mendapatkan akses pendidikan usia dini yang berkualitas serta kesempatan mengembangkan potensi terbaiknya.
Senada, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyebut kolaborasi lintas negara ini didasari keyakinan bahwa masa depan Asia Tenggara akan lebih stabil jika generasi mudanya memperoleh pengasuhan dan pendidikan yang holistik sejak dini.
“Kami meyakini dengan berbagi pengalaman, pembelajaran, dan sumber daya, kita dapat mempercepat kemajuan sekaligus mempererat hubungan sebagai satu keluarga besar Asia Tenggara,” katanya.
Dari sisi regional, Deputy Secretary-General ASEAN untuk Komunitas Sosial Budaya, San Lwin, menilai pendidikan anak usia dini sebagai investasi strategis jangka panjang. Ia menekankan bahwa roadmap ini berfokus pada perluasan akses, integrasi layanan lintas sektor, serta penguatan keselarasan kebijakan di kawasan.
“Peta jalan ini diharapkan menjadi katalis komitmen bersama agar setiap anak di ASEAN mendapatkan awal kehidupan yang baik dan peluang yang setara untuk meraih keberhasilan,” tuturnya.
Dukungan terhadap implementasi juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, menyatakan bahwa roadmap ini akan menjadi pedoman dalam pengembangan PAUD di daerah, termasuk melalui program Rintisan Sekolah PAUD Gratis.
Program tersebut ditujukan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses layanan pendidikan, sekaligus mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun.
Sementara itu, Eddy Henry dari Tanoto Foundation menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung pemerintah melalui kolaborasi multipihak dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD.
“Kami percaya investasi yang memberikan dampak terbesar harus dimulai sejak awal, yakni melalui pengembangan dan pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.
Melalui implementasi roadmap ini, negara-negara Asia Tenggara diharapkan mampu mempercepat capaian perkembangan anak usia dini, mengurangi kesenjangan layanan, serta memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan. (Sum)







