Aa Gym Ajak Umat Hilangkan Enam Sifat Negatif Demi Hidup Lebih Nyaman

Tangkapan layar Abdullah Gymnastiar saat menyampaikan tausiyah dalam kajian “Hilangkan 6 Hal Ini Insha Allah Hidup Lebih Nyaman” di kanal YouTube Aagym Official. Foto: Madi

SIDAKPOST.ID, BANDUNG – Dai kondang Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym kembali mengingatkan pentingnya membersihkan hati dari sifat-sifat negatif sebagai kunci meraih ketenangan hidup.

Hal tersebut disampaikan dalam kajian terbarunya bertajuk “Hilangkan 6 Hal Ini Insha Allah Hidup Lebih Nyaman” yang tayang melalui kanal YouTube Aagym Official.

Dalam kajian tersebut, Aa Gym menekankan bahwa ketidaknyamanan hidup seringkali bukan disebabkan oleh keadaan, melainkan oleh sikap dan penyakit hati yang dimiliki seseorang.

Ia menguraikan enam hal yang perlu dihilangkan agar hidup menjadi lebih tenang dan nyaman, di antaranya sifat iri, dengki, sombong, mudah marah, berburuk sangka, serta kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.

Baca Juga :  Buya Yahya: Jangan Hanya Kejar Dunia, Masa Depan Anak di Akhirat Juga Penting

Menurutnya, sifat-sifat tersebut dapat merusak ketenangan batin dan memicu konflik, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

“Kalau hati kita bersih, insya Allah hidup terasa ringan. Tapi kalau hati penuh dengan iri dan prasangka, hidup akan terasa sempit,” ujarnya.

Aa Gym juga mengajak umat untuk lebih fokus memperbaiki diri daripada sibuk menilai orang lain. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan sejati berasal dari hati yang bersih dan penuh rasa syukur.

Baca Juga :  Pengertian Ma’rifatul Islam

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga lisan, mengendalikan emosi, serta memperbanyak introspeksi diri sebagai langkah konkret dalam menghilangkan sifat negatif tersebut.

Kajian ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama karena pesan yang disampaikan dinilai sederhana namun relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui tausiyah tersebut, Aa Gym berharap umat Islam dapat lebih bijak dalam menjalani kehidupan dengan mengedepankan akhlak mulia dan kebersihan hati sebagai fondasi utama. (Sum)