Harga Karet Menggeliat, Dapur Petani Semakin Ngebul

Terlihat aktivitas pembelian getah karet di salah satu tengkulak yang ada kec.Muko Muko Bathin VII. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Harga getah karet terus menunjukkan tren positif. Saat ini, harga karet di tingkat tengkulak sudah mencapai Rp19 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut membuat para petani kembali semangat menyadap karet setelah sebelumnya sempat lesu akibat harga yang tidak stabil.

Ibnu, petani karet asal Dusun Mangun Jayo, mengaku senang karena harga karet masih bertahan tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Menurutnya, kondisi ini sekarang sangat membantu perekonomian masyarakat, tentu lebih semangat lagi menyadap karet meski cuaca tidak menentu.

Baca Juga :  Tabrak Polisi Hingga Dirawat di Rumah Sakit, Pria Ini Jadi Tersangka

“Sebagai petani tentu kami sangat senang karena harga masih stabil dari pekan lalu. Harga sekarang sangat membantu masyarakat,” ujar Ibnu, usai menjual getah karet, Minggu (24/5/2026).

Senada disampaikan Faisol, harga yang hampir menyentuh Rp20 ribu per kilogram membuat petani semakin semangat turun ke kebun.

Memang kini tidak banyak yang menjual getah karet karena banyak kebun yang dijadikan lahan sawit. Kalau harga karet begini terus maka lebih semangat lagi ke kebun.

“Setiap Minggu hasil sadapan langsung kami jual ke tengkulak. Alhamdulillah sekarang harganya sudah sangat menjanjikan, jadi tambah semangat,” katanya.

Baca Juga :  Bulan Bung Karno, PDIP Bungo Bagikan Sembako ke Ponpes Qiroatul Qur’an

Dolet, salah seorang penampung getah karet, membenarkan harga karet bersih berkualitas bagus kini berada di kisaran Rp19 ribu per kilogram.

Menurutnya, naiknya harga di tingkat petani dipengaruhi harga jual dari pabrik.

“Kalau harga pabrik naik, otomatis kami juga membeli lebih tinggi. Kami tidak bisa main-main soal harga karena menyangkut masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kualitas getah karet tetap menjadi faktor utama menentukan harga jual.