SIDAKPOST.ID, SAN FRASISKO – Timnas Yordania memang gagal meraih poin pada laga debut mereka di Piala Dunia 2026. Namun, kekalahan 1-3 dari Austria di San Francisco Bay Area Stadium, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) siang WIB, tetap menjadi pertandingan bersejarah bagi wakil Asia tersebut.
Berdasarkan pantauan Sidakpost.id melalui siaran langsung pertandingan, Yordania tampil berani menghadapi Austria yang baru kembali tampil di putaran final Piala Dunia setelah 28 tahun. Bahkan, The Nashama beberapa kali mampu merepotkan pertahanan lawan sejak menit-menit awal.
Peluang pertama lahir pada menit kedua melalui kapten Ehsan Haddad. Sayangnya, tembakannya masih menyamping tipis dari sasaran. Yordania kembali mengancam pada menit ke-15 lewat sepakan jarak jauh Odeh Fakhouri yang memaksa kiper Austria, Alexander Schlager, melakukan penyelamatan gemilang.
Meski tampil agresif, Yordania justru kebobolan lebih dulu pada menit ke-20. Gelandang Austria, Romano Schmid, melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi Yazeed Abulaila.
Tertinggal satu gol tidak membuat semangat para pemain Yordania menurun. Mereka terus berusaha membangun serangan hingga akhirnya berhasil mencetak gol bersejarah pada awal babak kedua.
Pada menit ke-50, Ali Olwan melakukan aksi individu luar biasa setelah menerima umpan dari Noor Al Rawabdeh. Penyerang berusia 26 tahun itu menggiring bola ke jantung pertahanan Austria sebelum melepaskan tendangan melengkung yang bersarang di sudut gawang.
Gol tersebut langsung tercatat dalam sejarah sebagai gol pertama Yordania di putaran final Piala Dunia sejak negara itu pertama kali lolos ke ajang empat tahunan tersebut.
Setelah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, Yordania sempat memberikan tekanan kepada Austria. Bahkan lawan sempat mencetak gol kedua melalui Marko Arnautovic pada menit ke-67. Namun, gol itu dianulir wasit setelah pemeriksaan VAR menunjukkan adanya handball dalam proses serangan.
Petaka bagi Yordania datang pada menit ke-76. Bek Yazan Al Arab yang berupaya menghalau bola justru membuat bola masuk ke gawang sendiri sehingga Austria kembali unggul 2-1.
Di masa injury time, Austria mendapatkan hadiah penalti yang sukses dieksekusi Marko Arnautovic pada menit ke-90+12. Gol tersebut memastikan kemenangan Austria dengan skor 3-1.
Meski harus pulang tanpa poin, penampilan Yordania mendapat banyak pujian. Mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada tim Eropa yang lebih berpengalaman di pentas dunia.
Ali Olwan pun terpilih sebagai Superior Player of the Match berkat gol bersejarah yang dicetaknya. Seusai pertandingan, ia mengaku bangga bisa mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Yordania meski timnya belum berhasil meraih hasil positif.
“Tentu saya bangga bisa mencetak gol pertama Yordania di Piala Dunia. Ini momen yang akan selalu saya ingat. Namun yang terpenting adalah tim. Kami kecewa dengan hasil akhir, tetapi kami menunjukkan bahwa Yordania mampu bersaing di level ini dan kami akan berjuang lebih keras pada pertandingan berikutnya,” ujar Ali Olwan. (Sum)







