SIDAKPOST.ID, SUNGAI PENUH – Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Radikal dan Terorisme, True Crime Community (TCC), serta Perundungan di Lingkungan Pendidikan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, yang berlangsung di Gedung Nasional Kota Sungai Penuh, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasatgaswil Jambi Densus 88 Anti Teror Polri Kombes Pol. Beri Diantara, S.I.K., M.H., Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar MY, S.R., M.M., Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf. Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., unsur DPRD, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Sebanyak 3.000 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri dari kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK), perwakilan komite sekolah, serta siswa SMA, SMK, MA, SMP, dan MTs negeri maupun swasta di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Kegiatan mengusung tema “Generasi Muda Jambi Merajut Keberagaman, Merawat Persatuan, Utamakan Pendidikan, NKRI Harga Mati.”
Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jambi dalam mencegah berkembangnya paham radikal, terorisme, serta berbagai fenomena sosial negatif yang berpotensi memengaruhi generasi muda melalui lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Wagub Abdullah Sani menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan sosial menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional.
“Situasi keamanan yang kondusif merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah dan nasional. Tanpa stabilitas sosial pada generasi muda, mustahil kita dapat fokus membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Abdullah Sani.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi bersama Satgas Densus 88 Anti Teror Wilayah Jambi dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sosialisasi ini merupakan bentuk nyata kolaborasi berbagai pihak dalam mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme di kalangan generasi muda.
Abdullah Sani menjelaskan, perkembangan teknologi informasi dan tingginya penggunaan internet menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan radikalisme. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 221 juta orang atau sekitar 79,5 persen dari total populasi.
“Di satu sisi, ini memberikan peluang besar untuk belajar dan berkembang. Namun di sisi lain, ruang digital juga menjadi sarana penyebaran paham radikal, propaganda, kekerasan, hingga konten yang mengarah pada glorifikasi kejahatan melalui komunitas tertentu seperti True Crime Community (TCC) apabila tidak disikapi dengan bijak,” katanya.
Selain radikalisme dan terorisme, Wagub juga menyoroti persoalan perundungan (bullying) yang masih menjadi masalah serius di lingkungan pendidikan.
Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), pada tahun 2025 tercatat sebanyak 641 kasus perundungan di Indonesia, dengan 57 persen terjadi di lingkungan sekolah. Sementara itu, persentase kasus perundungan di Provinsi Jambi mencapai 0,49 persen.
Menurutnya, bullying dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental, prestasi belajar, hingga masa depan anak-anak.
“Pada kesempatan ini, saya berharap seluruh institusi pendidikan, khususnya di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, dapat bersinergi dan meningkatkan komitmennya menjadi benteng pertahanan pertama setelah orang tua dan keluarga. Sekolah harus menjadi hulu dalam pencegahan penyebaran paham radikal dan terorisme, True Crime Community (TCC), serta perundungan pada generasi muda Provinsi Jambi,” harapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Pemerintah Kabupaten Kerinci yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti sosialisasi dengan baik sehingga memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya radikalisme, terorisme, TCC, dan perundungan yang disampaikan oleh Satgas Densus 88 Anti Teror Wilayah Jambi.
Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang berkaitan dengan penguatan pendidikan karakter bagi generasi muda.
“Saya mendukung penuh kegiatan ini agar anak muda di Kota Sungai Penuh memahami bahaya terorisme dan radikalisme,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan sosialisasi hingga selesai dan mengambil manfaat dari materi yang disampaikan.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, Kabupaten Kerinci dapat terus terjaga dari pengaruh paham radikalisme, terorisme, maupun berbagai perilaku negatif yang mengancam generasi muda. (Ais)







