Kisah Inspiratif Warga Bungo, Sulap Lahan Kosong Jadi Ladang Rupiah dari Tanaman Lengkuas

Ketekunan warga Dusun Pematang Panjang dalam memanfaatkan hasil kebun membuktikan bahwa kerja keras mampu mengubah lahan kosong menjadi sumber rezeki bagi keluarga. Foto : Julian

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Di tengah banyaknya petani yang memilih komoditas besar seperti kelapa sawit, Fahmi, warga Dusun Pematang Panjang, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, Kabupaten Bungo, justru membuktikan bahwa lahan kecil dan sederhana pun bisa menjadi sumber penghasilan menjanjikan.

Berawal dari keinginannya memanfaatkan lahan kosong di sela tanaman utama agar tidak dipenuhi rumput liar, Fahmi mencoba menanam lengkuas, rempah dapur yang selama ini dianggap biasa saja.

Tak disangka, keputusan sederhana itu kini mengubah hidupnya. “Awalnya hanya memanfaatkan ruang kosong daripada ditumbuhi rumput liar. Terlintas di pikiran untuk menanam lengkuas buat kebutuhan dapur sehari-hari,” ujar Fahmi, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga :  Bupati H Mashuri, Buka Festival Bungo Fair 2019

Dengan ketekunan dan perawatan yang konsisten, tanaman lengkuas miliknya mulai menunjukkan hasil setelah satu tahun.

Permintaan pasar terus berdatangan karena lengkuas merupakan salah satu bumbu wajib dalam berbagai masakan nusantara.

Kini, dari hasil panen lengkuas tersebut, Fahmi mengaku mampu meraup penghasilan hingga Rp700 ribu per hari. Bahkan, kualitas hasil tanamannya membuat banyak pembeli dari luar daerah tertarik untuk bekerja sama.

Baca Juga :  Lomba Lato-lato di Bungo, Berkah Bagi Pelaku Usaha Kecil dan Pedagang Keliling

“Alhamdulillah permintaan yang datang cukup banyak. Tapi saat ini kami masih terkendala kapasitas produksi, karena permintaan pasar jauh lebih besar dibanding hasil panen yang tersedia,” ungkapnya.

Kisah Fahmi menjadi bukti bahwa peluang usaha bisa datang dari hal sederhana.

Dengan kreativitas dan kemauan untuk mencoba, lahan tidur yang sebelumnya tak bernilai kini berubah menjadi mesin penghasil uang harian yang produktif dan menginspirasi banyak orang. (jul)