Jambi Berlari Menuju Digitalisasi 2029, Ini Langkah Nyata Kadis Kominfo Ariansyah

Kadis Kominfo Provinsi Jambi bersama jajaran Diskominfo kabupaten/kota se-Jambi saat audiensi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital RI di Jakarta, membahas percepatan transformasi digital menuju target 2029. Foto: Diskominfo Provinsi Jambi

Guna mengatasi kendala geografis, Ariansyah mendorong pemanfaatan satelit multifungsi SATRIA-1. Satelit ini diproyeksikan menjangkau titik-titik yang sulit dijangkau kabel fiber optik. Saat ini, melalui dukungan BAKTI Kominfo, Jambi telah mengoperasikan 545 titik akses internet dan 7 unit BTS.

“Target kami jelas, tidak ada lagi kantor pelayanan publik di Jambi yang terisolasi secara digital. Kami juga memperluas implementasi Layanan Panggilan Darurat 112. Saat ini Kota Jambi, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur sudah menjadi pionir. Kami ingin seluruh kabupaten lain segera menyusul agar masyarakat cukup mengingat satu nomor untuk segala kondisi darurat,” tegasnya.

Isu krusial yang menjadi sorotan utama dalam audiensi ini adalah masih adanya desa yang belum tersentuh sinyal (blank spot), terutama di wilayah Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Bungo.

Baca Juga :  Resmi Diluncurkan, SIGNAL Corporate Permudah Pengurusan Pajak Kendaraan Perusahaan

Ariansyah menjelaskan bahwa hambatan sinyal ini berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat pedalaman.

“Kami butuh sinergi. Pemerintah daerah siap menyediakan lahan dan mempermudah perizinan, sementara pusat dan operator seluler membangun infrastrukturnya,” jelas Ariansyah.

Baca Juga :  Pers vs Kreator Konten Digital: Tantangan Regulasi di Era Transformasi Media

“Masyarakat dan perangkat desa juga kami minta aktif melaporkan wilayah blank spot melalui aplikasi SIGNAL atau portal resmi Komdigi,” tambahnya.

Tidak hanya bicara infrastruktur fisik, Ariansyah juga mengusulkan program pelatihan Training of Trainers (ToT) Talent Digital khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Jambi. Langkah ini diambil untuk mendukung program Satu Data Indonesia dan memastikan layanan publik berbasis online dijalankan oleh tenaga yang kompeten.