Motif Batik Khas Bungo Bersinar di Jakarta, Lissa Batik Jadi Magnet Pengunjung

Pesona batik khas Kabupaten Bungo sukses mencuri perhatian dalam ajang Persit Bisa Vol. II di Balai Kartini, Jakarta. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, JAKARTA – Keindahan motif batik khas Kabupaten Bungo yang ditampilkan Lissa Batik sukses mencuri perhatian dalam ajang Persit Bisa Vol. II yang digelar di Balai Kartini, Jakarta.

Beragam motif yang dipamerkan menghadirkan perpaduan seni tradisional dan sentuhan kreativitas modern yang memikat para pengunjung.

Sejak hari pertama kegiatan berlangsung, booth Lissa Batik menjadi salah satu stan yang ramai dikunjungi tamu dan pecinta batik.

Pengunjung tampak antusias menyaksikan langsung kekayaan motif khas Bungo yang memiliki karakter dan ciri khas tersendiri dibandingkan batik dari daerah lain.

Baca Juga :  Gelar Coffee Morning, Dandim Bute Ajak Insan Pers Sukseskan TMMD

Sejumlah motif unggulan seperti Bungo Dani, Putrimalu, Pakis hingga Rumah Adat menjadi daya tarik utama. Tak hanya menonjolkan keindahan visual, setiap motif juga sarat makna dan filosofi yang menggambarkan kehidupan masyarakat serta kekayaan alam Kabupaten Bungo.

Keikutsertaan Lissa Batik dalam ajang tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan batik khas Bungo ke tingkat nasional.

Selain sebagai sarana promosi produk budaya daerah, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkembang di lingkungan Persit.

Baca Juga :  91 Anggota Menwa Sultan Thaha, Ikuti Diksar Bela Negara di Tanjab Barat

Keberhasilan Lissa Batik tampil memukau di Persit Bisa Vol. II turut mendapat dukungan penuh dari Dandim 0416/Bute Letkol Inf Yudi Susilo Yudhanto, S.E., M.P.A bersama Ketua Persit KCK Cabang XXIV Dim 0416 Ny. Nabila Yudi Susilo.

Dukungan tersebut menjadi motivasi besar dalam mengembangkan kreativitas serta memperluas promosi batik khas Kabupaten Bungo agar semakin dikenal masyarakat luas.

Partisipasi Lissa Batik dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa kreativitas anggota Persit mampu melahirkan karya budaya bernilai tinggi sekaligus memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. (**)