Bang Jeck

Lissa Batik Curi Perhatian di Persit Bisa Vol. II, Motif Khas Bungo Jadi Primadona

Pemilik Lissa Batik, Ny. Lia Syarif berfoto bersama pengunjung dan peserta usai memperkenalkan batik khas Kabupaten Bungo dalam ajang Persit Bisa Vol. II di Balai Kartini, Jakarta. Foto: Aisyah

SIDAKPOST.ID, JAKARTA – Kehadiran Lissa Batik dalam ajang Persit Bisa Vol. II di Balai Kartini, Jakarta, sukses mencuri perhatian para pengunjung. Motif khas Kabupaten Bungo yang ditampilkan tampak menonjol di tengah beragam produk UMKM dari berbagai daerah di Indonesia, Kamis (7/5/2026).

Stan Lissa Batik ramai dikunjungi karena menghadirkan corak batik unik yang sarat nilai budaya. Motif yang terinspirasi dari kekayaan flora dan kearifan lokal Bungo dinilai memiliki karakter kuat serta berbeda dibandingkan batik daerah lainnya.

Tidak sedikit pengunjung memberikan apresiasi terhadap keindahan motif maupun filosofi yang terkandung di balik setiap karya. Batik khas Bungo pun menjadi salah satu produk yang banyak menarik perhatian selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga :  BBM Susah Didapat, PO Laju Prima Jambi Tetap Beroperasi

Partisipasi dalam ajang Persit Bisa Vol. II menjadi pengalaman berharga bagi Lissa Batik untuk memperluas jaringan usaha sekaligus memperkenalkan batik Bungo ke tingkat nasional. Selain menjadi sarana promosi, kegiatan tersebut juga membuka peluang kolaborasi dan pertukaran ide bersama pelaku UMKM kreatif dari berbagai daerah.

Pemilik Lissa Batik, Ny. Lia Syarif, mengaku bangga atas respons positif yang diberikan pengunjung. Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi motivasi besar untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas setiap karya batik yang dihasilkan.

“Alhamdulillah, respons pengunjung sangat positif. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkarya dan memperkenalkan batik khas Bungo lebih luas lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Inspiratif, Lissa Batik Lahir dari Rumah Sederhana, Kini Angkat Budaya Bungo

Ia berharap kehadiran Lissa Batik dapat semakin memperkenalkan batik khas Kabupaten Bungo sebagai warisan budaya daerah yang memiliki nilai seni tinggi dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Ke depan, Ny. Lia juga ingin usaha yang dirintisnya mampu membuka peluang bagi ibu rumah tangga untuk belajar membatik dan mengembangkan usaha kreatif bersama. Dengan demikian, batik khas Bungo tidak hanya tetap lestari, tetapi juga menjadi kebanggaan daerah yang terus bersinar di kancah nasional. (Ais)