“Saya berharap MoU yang ditandatangani hari ini benar-benar ditindaklanjuti. Jangan hanya berhenti di atas kertas. Harus ada realisasi pembelian, ada distribusi produk, ada kesinambungan kerja sama. Dengan begitu, UMKM kita benar-benar merasakan manfaatnya,” ucap Gubernur Al Haris.
Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan.
“Mari kita bergandengan tangan. UMKM tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah hadir, BUMN hadir, seluruh pemangku kepentingan hadir untuk memastikan mereka tumbuh, naik kelas, dan menjadi kekuatan utama menuju Jambi Mantap,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Kemas Muhammad Fuad, menjelaskan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan kapasitas produksi UMKM secara terstruktur dan terarah.
Ia menyebutkan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, diperlukan langkah konkret untuk menyinergikan tiga pilar utama, yakni BUMN sebagai entitas pengadaan strategis, sektor perhotelan dan restoran sebagai pengguna produk, serta UMKM sebagai produsen lokal.
“Kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi difokuskan pada interaksi bisnis yang konkret melalui kurasi produk, pemetaan kebutuhan pasar, hingga penjajakan kerja sama langsung. Kami juga terus mendorong peningkatan kualitas, kapasitas produksi, kemasan, branding, serta legalitas usaha UMKM,” jelas Fuad.
Pemerintah Provinsi Jambi, lanjutnya, berkomitmen memberikan pendampingan melalui pelatihan, fasilitasi sertifikasi, akses pembiayaan, dan promosi produk lokal agar UMKM mampu bersaing dan berkelanjutan.







