“Kita bersyukur ekonomi Jambi masih tumbuh. Namun kita juga harus jujur bahwa ada perlambatan yang kita rasakan. Perputaran uang di daerah tidak sebesar sebelumnya. Karena itu, kita harus memperkuat sektor riil, dan UMKM menjadi salah satu penopang utama yang harus kita jaga,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, Gubernur Al Haris mendorong agar produk-produk UMKM Jambi semakin diperkuat dari sisi kualitas, kemasan, standar produksi, hingga legalitas. Ia berharap produk lokal tidak hanya berjaya di pasar daerah, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
Gubernur Al Haris juga mengingatkan pentingnya penggunaan produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pelaku usaha lokal. Menurutnya, penguatan ekonomi daerah harus dimulai dari keberanian untuk mencintai dan menggunakan produk sendiri.
“Kita harus bangga dengan produk Jambi. Kalau bukan kita yang menggunakan dan mendukungnya, siapa lagi? Ketika BUMN, hotel, restoran, dan lembaga lainnya memberi ruang bagi produk lokal, maka itu akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya menghadirkan berbagai program pemberdayaan, termasuk bantuan sarana usaha dan dukungan permodalan bagi pelaku usaha kecil. Semua itu dilakukan agar UMKM semakin tangguh dan tidak mudah terdampak gejolak ekonomi.
Ia pun berharap hasil dari forum business matching ini tidak berhenti pada seremoni atau penandatanganan nota kesepahaman semata, melainkan benar-benar diwujudkan dalam kerja sama konkret yang berkelanjutan.








