Sementara itu, CEO Rumah BUMN Jambi, Deko Sanjaya, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan kolaborasi strategis antara Rumah BUMN Jambi dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi.
Ia melaporkan bahwa sebanyak 29 UMKM unggulan turut ambil bagian, terdiri dari 9 UMKM binaan Rumah BUMN Jambi, 11 binaan Dinas Perindag, dan 9 binaan BUMN lainnya. Forum ini dirancang dalam empat rangkaian kegiatan, yakni seremonial pembukaan, business matching, penandatanganan kerja sama, dan pameran produk UMKM.
“Kami berharap dari forum ini tidak hanya lahir transaksi bisnis, tetapi juga kemitraan, kepercayaan, dan jejaring usaha yang berkelanjutan. Tujuan besarnya adalah membangun ekosistem usaha yang kokoh di Provinsi Jambi,” ujar Deko.
Melalui Jambi Business Matching Forum 2026, Pemerintah Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, memastikan UMKM tidak berjalan sendiri, serta mendorong mereka tumbuh menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan ekonomi Jambi yang tangguh dan mantap.
Sebagai wujud konkret sinergi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara BUMN dan pelaku UMKM, yaitu:
1. Rumah BUMN Jambi (Revi Lino, S.TP) dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (Yudhi Irawanda Ghani, S.H).
2. PT. PLN (Persero) UP3 Jambi dengan Madu CLB.
3. PT. PLN (Persero) UPT Jambi dengan Batoku.
4. PT. PLN Indonesia Power UBP Jambi dengan PT. Dmoroy Kreasi Alam Nusantara.
5. PT. PLN (Persero) UPP Sumbagsel Bagian 3 dengan PT. Bina Kreativ Berkah.
6. PT. Pegadaian (Persero) dengan Omera Flora.
7. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan Cake by Nadia.







