Rumah Reot Maskur Disulap Jadi Layak Huni, TMMD Ke-129 Hadirkan Harapan Baru di Tanjung Agung

Tim Wasev PJO TMMD Ke-129 bersama Satgas TMMD, unsur Forkopimcam, dan penerima bantuan RTLH berfoto di depan rumah yang telah direhabilitasi di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Muko Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program TMMD. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Bertahun-tahun Maskur Hanapi hanya bisa pasrah tinggal di rumah reot bersama istri dan anak-anaknya di Kampung Pancuran Gading, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Muko Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo.

Keterbatasan ekonomi membuat keinginannya memiliki rumah yang layak nyaris mustahil terwujud. Harapan itu akhirnya datang melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0416/Bungo Tebo.

Rumah semi permanen yang sebelumnya jauh dari kata layak kini mulai berubah. Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menjadi salah satu sasaran TMMD membawa harapan baru bagi keluarga Maskur. Proses pembangunan terus berlangsung dan memasuki tahap penyelesaian.

Baca Juga :  Waka Polres Tebo Bukber Bersama Anak Yatim, di Mapolsek Rimbo Bujang

Selama ini Maskur menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan. Penghasilan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga memperbaiki rumah menjadi hal yang sulit diwujudkan. Ia mengaku tidak pernah menyangka rumahnya menjadi salah satu penerima program RTLH dalam TMMD Ke-129.

Tetangganya, Sulastri (51), menilai bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran. Menurut dia, kondisi ekonomi keluarga Maskur memang sangat memprihatinkan sehingga kehadiran TMMD membawa perubahan nyata bagi kehidupan mereka.

Baca Juga :  Rumah Ketut Sriasih Jadi Sasaran RTLH Kodim Klungkung

“Program TMMD sangat bermanfaat bagi warga kurang mampu. Keinginan Pak Maskur memiliki rumah yang layak sudah lama, tetapi terkendala ekonomi. Bantuan ini benar-benar menjawab kebutuhan keluarganya,” ujar Sulastri.

Ia menambahkan, warga tidak mempermasalahkan rehabilitasi rumah tersebut karena keluarga Maskur dinilai memang layak menerima bantuan. “Kalau bukan melalui program TMMD, mungkin rumah ini belum tentu bisa dibangun. Manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.